metroikn, SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda memperkuat pengamanan malam pergantian Tahun Baru 2026 dengan menurunkan ratusan personel gabungan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya aktivitas masyarakat sekaligus menjaga ketertiban dan kenyamanan di ruang-ruang publik.
Pengamanan tersebut melibatkan 270 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang bersinergi dengan Polresta Samarinda serta unsur TNI. Personel disebar di sejumlah titik yang dinilai rawan kepadatan dan menjadi lokasi favorit warga saat perayaan malam tahun baru.
Kepala Satpol PP Samarinda, Anis Siswantini, mengatakan pengamanan tidak hanya dilakukan secara terpusat, tetapi juga berbasis wilayah. Aparat Satpol PP yang tergabung dalam Bantuan Kendali Operasi (BKO) ditempatkan langsung di kelurahan untuk memperkuat pengawasan di tingkat bawah.
“Personel kami bekerja bersama perangkat wilayah, mulai dari lurah, camat, hingga babinsa dan bhabinkamtibmas. Dengan pola ini, pengawasan bisa lebih cepat dan efektif,” ujar Anis, Rabu (31/12/25).
Ia menjelaskan, sejumlah lokasi yang menjadi perhatian utama pengamanan antara lain kawasan Teras Samarinda, Jembatan Mahkota II, dan Jembatan Mahulu. Ketiga titik tersebut diperkirakan menjadi pusat aktivitas masyarakat pada malam pergantian tahun.
Untuk mendukung kecepatan mobilisasi, Satpol PP turut mengerahkan 20 unit sepeda motor patroli. Kendaraan tersebut difungsikan untuk menjangkau area yang sulit diakses kendaraan roda empat serta mempercepat respons terhadap laporan masyarakat.
“Motor patroli memudahkan anggota bergerak di tengah kepadatan. Jika ada kejadian di lapangan, bisa segera ditangani,” kata Anis.
Terkait keberadaan pedagang kaki lima (PKL) musiman, Pemkot Samarinda memilih pendekatan persuasif. Satpol PP memastikan tidak ada penindakan selama aktivitas berdagang dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
PKL diperbolehkan berjualan di sejumlah ruas jalan seperti Jelawat, Sungai Dama, Pahlawan, Kesuma Bangsa hingga Segiri, dengan catatan tidak menggunakan badan jalan dan tidak mengganggu arus lalu lintas.
“Kami beri ruang untuk aktivitas ekonomi, tetapi tetap ada batasan. Ketertiban dan kebersihan harus dijaga,” tegas Anis.
Pengawasan akan dilakukan sejak siang hari hingga malam pergantian tahun, termasuk memastikan tidak ada lapak yang meluas ke badan jalan serta tidak meninggalkan sampah di lokasi berjualan.
Anis berharap, dengan pengamanan terpadu dan kesadaran masyarakat, perayaan Tahun Baru di Kota Samarinda dapat berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga.












