Samarinda Buka Rute Internasional APT Pranoto Menuju Kuala Lumpur, Andi Harun: Perkuat Konektivitas IKN

Samarinda17 Dilihat

metroikn, SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda mematangkan langkah strategis menjadikan kota ini sebagai simpul konektivitas regional, seiring rencana pembukaan rute penerbangan internasional Samarinda–Kuala Lumpur, Malaysia. Jalur udara tersebut diproyeksikan memperkuat posisi Samarinda sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur sekaligus wilayah penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).

Rute internasional melalui Bandara APT Pranoto ditargetkan mulai beroperasi pada Februari 2026. Pemkot Samarinda menilai pembukaan jalur ini bukan sekadar penambahan rute penerbangan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk membuka akses ekonomi lintas negara serta mempercepat mobilitas orang dan barang.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengatakan persiapan dilakukan secara komprehensif melalui koordinasi intensif dengan pengelola bandara dan instansi terkait. Pemerintah kota memastikan seluruh aspek pendukung penerbangan internasional dapat dipenuhi sesuai regulasi yang berlaku.

“Kami berkomitmen mendukung penuh kesiapan operasional penerbangan internasional agar berjalan sesuai target dan memberi manfaat maksimal bagi daerah,” ujar Andi Harun.

Ia menilai kehadiran rute langsung ke Malaysia akan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah. Dengan posisi strategis Samarinda sebagai pusat pemerintahan provinsi dan penyangga IKN, konektivitas internasional menjadi kebutuhan penting dalam arah pembangunan ke depan.

“Pembukaan akses langsung ke jaringan penerbangan internasional akan memperluas peluang investasi, pariwisata, dan perdagangan, sekaligus meningkatkan daya saing Samarinda,” jelasnya.

Pemkot Samarinda memproyeksikan manfaat ekonomi tersebut akan dirasakan lintas sektor, mulai dari perhotelan, kuliner, transportasi darat, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Peningkatan arus wisatawan dan pelaku bisnis juga diharapkan berkontribusi pada kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Lebih jauh, Andi Harun menyebut rute Samarinda–Kuala Lumpur dirancang sebagai pintu awal pengembangan penerbangan internasional lainnya. Pemkot membuka peluang perluasan konektivitas ke sejumlah negara di kawasan ASEAN hingga Asia Timur.

“Ke depan, kami melihat potensi pengembangan rute ke Singapura, Thailand, bahkan Korea Selatan, khususnya untuk penerbangan yang dapat dilayani pesawat berbadan sedang seperti Boeing 737 atau Airbus A320,” katanya.

Meski demikian, Pemkot Samarinda mengakui masih terdapat keterbatasan infrastruktur Bandara APT Pranoto, terutama terkait panjang landasan pacu yang belum memungkinkan untuk melayani pesawat berbadan lebar. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan jangka panjang bandara.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah kota akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan serta mendorong dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk pengembangan infrastruktur bandara, khususnya perpanjangan landasan pacu.

“Dukungan lintas pemerintahan sangat dibutuhkan agar Bandara APT Pranoto dapat berkembang optimal dan benar-benar menjadi gerbang internasional bagi Samarinda dan kawasan IKN,” pungkasnya.