Rumah Sakit Terapung untuk Semua Lapisan Warga di Daerah Terpencil jadi Harapan Baru Kaltim

KALTIM1 Dilihat

metroikn, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemrov Kaltim) terus memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil.

Salah satu terobosan yang kini dijalankan adalah pengoperasian rumah sakit terapung (floating hospital) yang memberikan layanan kesehatan bagi warga di wilayah pesisir dan perairan yang sulit dijangkau.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan pemerataan akses kesehatan di seluruh wilayah Kaltim, terutama di daerah yang belum memiliki fasilitas medis memadai.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan rumah sakit terapung tersebut telah beroperasi di dua lokasi, yaitu Muara Kaman (Kutai Kartanegara) dan Kecamatan Sandaran (Kutai Timur).

“Pelayanan mereka sangat membantu masyarakat di daerah pesisir yang akses kesehatannya masih terbatas,” ujarnya, Kamis (13/11/2025).

Program ini melibatkan tenaga medis dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jakarta, Semarang, dan Bandung. Mereka berlayar bersama tim Dinkes Kaltim untuk memberikan layanan medis umum dan operasi ringan. Setiap lokasi biasanya dilayani selama beberapa hari hingga satu minggu, tergantung kondisi wilayah.

Selain dari pemerintah, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility/CSR).

“PT Bayan Resources turut mendukung operasional pelayanan kesehatan di sekitar wilayah perusahaan, terutama di Kutai Timur dan Kutai Kartanegara,” jelas Jaya.

Menurutnya, inovasi rumah sakit terapung menjadi solusi efektif bagi wilayah pesisir dan pedalaman yang sulit dijangkau jalur darat.

“Di Kutai Timur model pelayanan seperti ini sangat dibutuhkan karena banyak daerah pesisir yang sulit dijangkau lewat jalur darat,” tambahnya.

Namun, belum semua wilayah bisa dijangkau kapal besar. Untuk daerah seperti Mahakam Ulu, kondisi sungai yang sempit dan dalam menjadi tantangan tersendiri.

“Mungkin nanti bisa diupayakan dengan kapal berukuran kecil agar tetap bisa masuk,” terangnya.

Jaya berharap, melalui program rumah sakit terapung ini seluruh masyarakat Kaltim, baik di perkotaan maupun pelosok, dapat memperoleh hak yang sama atas layanan kesehatan yang berkualitas.

“Harapan kita, pelayanan kesehatan bisa menjangkau hingga tingkat pedesaan dan pesisir yang jauh dari pusat perkotaan,” pungkasnya.