Rilis Akhir Tahun Polda Kaltim 2025, Kapolda Akui Tantangan Kamtibmas dan Layanan Publik

metroikn, BALIKPAPAN — Menutup tahun 2025, Kepolisian Daerah Kalimantan Timur memaparkan dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang dihadapi sepanjang tahun di wilayah Benua Etam. Paparan tersebut disampaikan langsung Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro dalam press release akhir tahun di Gedung Mahakam Polda Kaltim, Balikpapan, Selasa (30/12/2025).

Di hadapan awak media, Kapolda mengawali penyampaiannya dengan refleksi terhadap kinerja institusi kepolisian. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama pelaksanaan tugas masih terdapat kekurangan, baik dari sisi pelayanan, kinerja personel, maupun sikap aparat di lapangan.

“Kami menyadari masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki. Untuk itu, saya dan seluruh jajaran Polda Kaltim menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat,” ujar Irjen Pol Endar.

Sepanjang 2025, gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polda Kaltim tercatat sebanyak 7.908 kasus, atau meningkat sekitar 4,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut Kapolda, peningkatan angka tersebut tidak dapat dilihat secara parsial, karena di sisi lain kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam melaporkan kejadian juga terus meningkat.

Ia menjelaskan, peningkatan laporan tersebut sejalan dengan upaya kepolisian mempercepat kehadiran dan respons di lapangan. “Yang kami dorong adalah kehadiran polisi lebih cepat ketika masyarakat membutuhkan. Dari situ, banyak peristiwa bisa segera ditangani sebelum berkembang lebih jauh,” katanya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah optimalisasi Pamata. Dalam tiga bulan terakhir, satuan tersebut tercatat melaksanakan lebih dari seribu kegiatan serta ratusan kali mendatangi lokasi kejadian. Selain itu, pendekatan dialogis juga diperkuat melalui kegiatan sambang tokoh agama dan adat, serta forum Jumat Curhat yang menjadi ruang aspirasi masyarakat secara langsung.

Persoalan keselamatan lalu lintas turut menjadi perhatian Polda Kaltim. Sepanjang 2025, angka kecelakaan lalu lintas tercatat meningkat menjadi 851 kasus. Kapolda menilai tingginya mobilitas masyarakat menjadi salah satu faktor utama, sehingga edukasi dan penertiban terus dilakukan melalui berbagai operasi kepolisian.

“Keselamatan di jalan adalah bagian dari rasa aman itu sendiri. Karena itu kami terus mengingatkan dan mengajak masyarakat untuk lebih tertib,” ujarnya.

Dalam sesi doorstop, Irjen Pol Endar juga menyinggung persoalan konflik agraria yang dinilai berpotensi memicu gangguan kamtibmas apabila tidak dikelola dengan tepat. Ia menekankan pentingnya pendekatan dialog dan musyawarah sebagai solusi yang lebih menenangkan semua pihak.

“Kalau hanya menggunakan pendekatan hukum, pasti ada yang kalah dan ada yang menang. Itu sering kali justru menyisakan persoalan,” ungkapnya.

Ia mencontohkan penanganan konflik agraria di wilayah Jahap yang diselesaikan melalui diskusi bersama masyarakat, pemerintah daerah, dan pihak perusahaan. Menurutnya, proses tersebut berjalan relatif baik karena setiap pihak diberi ruang untuk menyampaikan kepentingan dan kebutuhannya.

Menutup rilis akhir tahun, Kapolda menyampaikan apresiasi kepada masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan yang selama ini berperan menjaga situasi Kalimantan Timur tetap kondusif. Ia berharap komunikasi dan kerja sama yang telah terbangun dapat terus dipertahankan.

“Keamanan itu tumbuh dari kebersamaan. Ketika masyarakat dan aparat saling percaya, situasi yang aman akan lebih mudah kita wujudkan,” tutup Irjen Pol Endar Priantoro.

Penutupan tahun 2025 ini sekaligus menjadi momentum refleksi dan persiapan menghadapi 2026, dengan fokus memperkuat kesiapsiagaan, inovasi pelayanan, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kamtibmas.