Metroikn, Balikpapan – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mengingatkan pentingnya pemberian imunisasi campak sebagai upaya untuk mencegah penularan penyakit tersebut.
Imbauan ini disampaikan mengingat ditemukannya ratusan kasus suspek campak yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Balikpapan.
DKK Balikpapan mencatat sekitar 200 orang terindikasi suspek campak. Kasus tersebut tidak hanya terjadi pada anak-anak, tetapi juga ditemukan pada orang dewasa. Meski demikian, Balikpapan tidak dikategorikan sebagai daerah endemis campak.
Kepala DKK Balikpapan, Alwiati mengatakan bahwa imunisasi merupakan cara paling efektif untuk mencegah penularan campak. Anak yang telah mendapatkan imunisasi pun masih berpotensi terinfeksi, namun umumnya mengalami gejala yang lebih ringan dibandingkan mereka yang belum divaksin.
“Campak hanya bisa dicegah dengan imunisasi. Namun, jika sudah diberi imunisasi tetapi masih terjangkit, biasanya tidak terlalu parah. Hal yang menjadi masalah justru anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi,” kata Alwiati, Rabu (11/3/2026).
Ia menerangkan, sebagai langkah pencegahan, pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan sebenarnya meminta daerah melakukan Outbreak Response Immunization (ORI).
Namun di Balikpapan, langkah yang diambil saat ini adalah percepatan atau kejar imunisasi bagi anak-anak yang belum melengkapi vaksinasi.
“Di Balikpapan kasus campak cukup banyak, tetapi disini bukan merupakan daerah endemis. dari Kemenkes minta melakukan ORI orbit, namun kita melakukan kejar imunisasi,” ucapnya.
Untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, DKK Balikpapan juga telah menerbitkan surat edaran terkait imbauan kewaspadaan terhadap campak.
Adapun dalam edaran tersebut, masyarakat diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama saat berinteraksi dengan bayi atau anak kecil.
“Kami sudah membuat surat edaran terkait imbauan kewaspadaan terhadap campak. Pointnya ada di dalam perilaku hidup bersih dan sehat. Jadi ketika menyentuh anak kecil harus cuci tangan lebih dulu. Jangan mau anaknya di cium-cium dan yang punya bayi juga harus peduli sama anaknya,” pesan Alwiati.
Lebih lanjut, Alwiati menerangkan bahwa Campak sendiri merupakan penyakit akibat infeksi virus yang mudah menular melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin. Gejalanya antara lain demam tinggi, muncul ruam merah pada kulit, serta keluhan mirip flu.
DKK mengimbau, bagi yang terinfeksi campak agar segera melakukan isolasi mandiri untuk mencegah penularan lebih luas. Masa isolasi dianjurkan berlangsung sekitar dua minggu hingga pasien dinyatakan sembuh.
“Campak itu virus, jadi penderita harus isolasi mandiri supaya tidak menjangkiti yang lain. Biasanya sekitar dua minggu sampai sembuh, mirip seperti saat seseorang terkena cacar,” tuturnya.
Selain itu, kata dia, jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala campak, masyarakat diminta segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat.
Hal ini penting agar petugas kesehatan dapat memberikan penanganan sekaligus obat pencegahan bagi anggota keluarga lain.
DKK Balikpapan juga memastikan ketersediaan vaksin campak di fasilitas kesehatan dalam kondisi cukup dan dapat diperoleh secara gratis oleh masyarakat.
“Vaksin gratis dan ketersediaannya di Balikpapan sangat cukup,” imbuhnya.
(Jm/Adv Diskominfo Balikpapan)









