Rak UMKM di Ritel Modern Balikpapan Disorot, Produk Luar Daerah Masih Mendominasi

Metroikn, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan menemukan bahwa ruang khusus bagi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sejumlah ritel modern belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk produk lokal. Hasil peninjauan lapangan menunjukkan sebagian rak justru diisi produk dari luar daerah.

Temuan tersebut diperoleh saat Pemkot melakukan pemantauan di berbagai pusat perbelanjaan dan swalayan di kota ini.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty, menyampaikan bahwa secara umum fasilitas rak UMKM memang sudah tersedia, namun implementasinya belum sesuai harapan.

“Sudah ada rak khusus, tapi di beberapa tempat masih diisi produk luar daerah. Ini yang kami catat,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian karena tujuan penyediaan ruang UMKM adalah untuk membuka akses pasar bagi pelaku usaha lokal, bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif.

Pemkot menilai perlu adanya komitmen lebih kuat dari pengelola ritel agar ruang yang disediakan benar-benar dimanfaatkan oleh produk UMKM Balikpapan. Evaluasi terhadap ritel modern pun akan terus dilakukan secara berkala, disertai rekomendasi hingga pembinaan bagi pihak yang belum optimal menjalankan kebijakan.

Selain itu, penempatan produk juga menjadi sorotan. Pemerintah mendorong agar produk UMKM ditempatkan di lokasi yang strategis dan mudah dijangkau konsumen, sehingga memiliki peluang lebih besar untuk bersaing.

“Yang kami dorong bukan hanya ada ruang, tapi benar-benar dimanfaatkan untuk produk lokal dan mudah dijangkau konsumen,” sebutnya.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat daya saing UMKM Balikpapan di tengah dominasi produk pabrikan di jaringan ritel modern.

(Jm/Adv Diskominfo Balikpapan)