Proyek Normalisasi DAS Ampal Dapat Suntikan Rp90 Miliar dari Kementerian PUPR, Wawali Balikpapan: Ini Hasil Koordinasi Intensif

metroikn, BALIKPAPAN — Upaya Pemerintah Kota Balikpapan dalam menanggulangi banjir mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Balikpapan akan menerima bantuan anggaran sebesar Rp90 miliar pada tahun anggaran 2025 untuk pelaksanaan proyek normalisasi dan pengerukan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal.

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengatakan, bantuan tersebut merupakan hasil dari koordinasi intensif antara Pemkot Balikpapan dan Kementerian PUPR di Jakarta. Dari total kebutuhan dana sekitar Rp120 miliar, sebagian besar kini telah masuk dalam pagu anggaran nasional tahun 2025.

“Ini bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap persoalan banjir di Balikpapan. Fokusnya pada pengerukan dan normalisasi DAS Ampal yang menjadi jalur utama aliran air menuju laut,” ujar Bagus, Selasa (21/10/2025).

Menurutnya, penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan langkah terpadu antara perbaikan saluran primer hingga sistem drainase lingkungan. Karena itu, Pemkot Balikpapan menyiapkan skema pembiayaan kolaboratif yang melibatkan APBD Kota dan APBD Provinsi Kalimantan Timur.

“Kerja sama lintas pemerintah ini penting supaya hasilnya terasa nyata di berbagai titik rawan banjir, bukan hanya di satu kawasan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan proyek, Pemkot Balikpapan telah menuntaskan pembebasan lahan sekitar 10 hektare di kawasan Sungai Ampal–MT Haryono, yang akan menjadi akses utama bagi alat berat untuk kegiatan normalisasi. Tahap pengerukan dan pelebaran alur sungai ditargetkan dimulai segera setelah penetapan anggaran oleh Kementerian PUPR.

Program pengendalian banjir ini juga menjadi bagian dari rencana jangka panjang. Pada 2026, pemerintah akan melanjutkan pembangunan Embung Aji Raden serta melakukan perluasan alur sungai di hilir untuk menampung debit air lebih besar.

Tak hanya fokus pada pengendalian banjir, Pemkot juga mengaitkan proyek ini dengan penguatan infrastruktur air bersih kota. Sistem jaringan air antara Intek Semoi–Mahakam dan Waduk Manggar sedang dikaji untuk menciptakan sistem distribusi terpadu dan efisien.

“Kami ingin Balikpapan menjadi kota yang tidak hanya tangguh terhadap banjir, tetapi juga mandiri dalam ketersediaan air bersih,” tutup Bagus. (adv/metroikn)