metroikn, SAMARINDA – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda memberikan klarifikasi atas protes warga terkait proyek pembangunan gorong-gorong di Jalan Poros Kenangan, Samarinda. Proyek ini menjadi sorotan publik setelah warga memasang spanduk besar berisi keluhan terhadap lambannya pelaksanaan pekerjaan.
Dalam spanduk tersebut tertulis permintaan agar pihak kontraktor segera menuntaskan proyek, “Kami warga Kenangan meminta kepada kontraktor agar segera menyelesaikan proyek gorong-gorong Jalan Poros Kenangan ini. Jangan kerjanya banyak libur aja.”
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) PUPR Samarinda, Darmadi, menegaskan bahwa proyek masih berjalan dan progresnya tetap dalam koridor kontrak yang berlaku.
“Pekerjaan masih dalam rentang kontrak. Saat ini progresnya sudah mencapai sekitar 70 persen dari total panjang 94 meter, dan 62 meter di antaranya telah selesai. Kontrak berakhir pada 3 Desember 2025, jadi masih sesuai jadwal,” jelas Darmadi, Rabu (22/10/125).
Ia mengakui, kondisi lapangan menjadi salah satu kendala yang membuat pekerjaan tampak lambat di mata warga. Lokasi proyek berada di tengah jalan utama, sehingga menyulitkan mobilisasi alat dan material. Cuaca yang sering hujan juga menambah tantangan karena air kerap menggenangi area kerja.
“Kalau hujan, air pasti masuk ke dalam saluran. Kita harus keringkan dulu sebelum lanjut bekerja. Jadi waktu pengerjaan sedikit terhambat,” terangnya.
Terkait keluhan warga yang menyebut pekerja jarang terlihat di lapangan, Darmadi menegaskan pengerjaan dilakukan secara bertahap, bukan berarti terhenti.
“Pekerjaannya bertahap, delapan meter dulu diselesaikan, baru bergeser ke bagian berikutnya. Tidak bisa dikerjakan sekaligus karena ruangnya terbatas. Jadi wajar kalau tidak terlihat ramai,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, PUPR Samarinda telah menghubungi pihak kontraktor dan konsultan untuk memastikan pekerjaan tetap berjalan sesuai rencana dan waktu pelaksanaan.
“Kami langsung koordinasi dengan kontraktor begitu tahu ada keluhan warga. Kami pastikan pekerjaan tidak berhenti. Hanya saja kondisi di lapangan memang menantang untuk manuver alat berat,” terang Darmadi.
Pemerintah Kota Samarinda berharap masyarakat dapat memberikan pengertian selama proses pembangunan berlangsung. Proyek gorong-gorong ini merupakan bagian dari upaya peningkatan sistem drainase kota untuk mengurangi risiko banjir di kawasan sekitar Jalan Kenangan.












