PPN RU Balikpapan Gandeng UNS Kembangkan Pembelajaran STEM Berbasis Lingkungan

METROPOLIS31 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Kolaborasi PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Balikpapan dan Universitas Sebelas Maret (UNS) menghadirkan ruang belajar inovatif bagi siswa SMP Katolik Yos Soedarso Balikpapan melalui Program Sekolah Energi Berdikari (SEB).

Program yang berlangsung sejak Desember 2025 hingga Februari 2026 ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dan siswa dalam pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) sekaligus menumbuhkan kepedulian lingkungan melalui inovasi teknologi tepat guna di lingkungan sekolah.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pengenalan konsep STEM dan pendekatan CER (Claim, Evidence, Reasoning), dilanjutkan pretest minat STEM siswa, pembentukan 10 kelompok proyek inovasi bertema energi dan lingkungan, serta pelatihan perangkat pembelajaran STEM-CER bagi guru.

Dari proses tersebut, lahir berbagai solusi berbasis persoalan nyata di sekolah, seperti tempat sampah otomatis, filter air keruh, kincir angin dan kincir air, eco-enzyme, kompos, automatic feeder, hingga rak sepatu pintar. Seluruh proyek dikembangkan melalui pendampingan guru dan green warrior yang telah dilatih oleh UNS.

Memasuki tahap penguatan pada Februari 2026, dilakukan monitoring dan evaluasi perkembangan proyek siswa, pemanfaatan fasilitas STEM Lab untuk praktik perancangan dan pengujian prototipe, serta pelatihan lanjutan bagi guru. Tahapan ini memastikan keberlanjutan pembelajaran berbasis STEM sekaligus memperkuat kemampuan analisis, pemecahan masalah, dan tanggung jawab siswa terhadap inovasi yang dikembangkan.

Puncak kegiatan digelar pada 18 Februari 2026 melalui Expo Proyek STEM dan talkshow “Green Job” yang menghadirkan narasumber dari Pertamina. Sepuluh proyek inovasi siswa dipresentasikan dan dinilai oleh tim juri dari unsur UNS, Pertamina, dan pihak sekolah. Beberapa karya seperti filter air keruh, filter busa air, dan automatic feeder dinilai memiliki potensi pengembangan lebih lanjut.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT PPN RU V Balikpapan, Dodi Yapsenang, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan berkelanjutan dan peningkatan kepedulian lingkungan sejak usia sekolah.

“Melalui pendekatan STEM dan inovasi teknologi sederhana, siswa didorong menjadi generasi yang kreatif, peduli lingkungan, serta siap menghadapi tantangan masa depan energi berkelanjutan,” ujarnya.

Dosen S1 Pendidikan IPA FKIP UNS, Febriani Sarwendah Asri Nugraheni, menambahkan bahwa pendekatan STEM-CER dirancang agar siswa mampu menghubungkan konsep sains dengan pemecahan masalah nyata.

“Melalui proses merancang, menguji, dan memperbaiki produk, siswa belajar berpikir kritis, kolaboratif, dan inovatif. Pengalaman belajar kontekstual seperti ini penting untuk menumbuhkan literasi sains sekaligus kepedulian terhadap lingkungan sejak dini,” jelasnya.

Program Sekolah Energi Berdikari sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Pendidikan Berkualitas, Energi Bersih dan Terjangkau, Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab, serta Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model pembelajaran inovatif berbasis lingkungan yang dapat direplikasi di sekolah lain di Balikpapan maupun wilayah operasional Pertamina lainnya.