metroikn, Penajam – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Rozihan Asward, optimistis potensi perikanan di daerahnya mampu dikembangkan lebih optimal daripada sekarang.
Untuk itu, strategi yang perlu ditempuh adalah memberikan prioritas pengembangan perikanan di kawasan yang memang dikenal potensial.
Menurut catatan Dinas Kelautan dan Perikanan tahun 2023, potensi perikanan di PPU untuk hasil produksi perikanan budidaya sebesar 10.040,30 ton per tahun. Sedangkan, hasil produksi perikanan tangkap non pelabuhan sebesar 6.513,80 ton per tahun. Serta Perairan Umum Darat (PUD) sebesar 140,04 ton per tahun.
“Hal itu masih dapat dikembangkan. Karena itu berbagai kebijakan program dan kegiatan perlu diprioritaskan pada daerah kawasan yang berpotensi untuk meningkatkan produksi,” jelas Rozihan, di sela kegiatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) tahun 2024 yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltim, Rabu (8/5/2024).
Kegiatan yang turut dihadiri Pj Ketua TP – PKK PPU, Linda Romalia Siregar, itu juga ditujukan sebagai akselerasi penurunan angka tengkes di PPU.
Gemarikan merupakan Gerakan moral yang memotivasi masyarakat untuk mengonsumsi ikan secara teratur. Tentu dengan jumlah yang telah disyaratkan bagi kesehatan.
Melalui kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan konsumsi ikan secara nasional. Mengingat pula komoditas ikan mengandung manfaat bagi manusia ketika dikonsumsi dengan benar.
“Agar terbentuk masyarakat Indonesia yang sehat, kuat dan cerdas,” tambahnya.
Safari Gemarikan juga bertujuan memperkenalkan keanekaragaman masakan berbahan baku ikan kepada masyarakat. Serta menyebarluaskan informasi tentang ikan olahan masakan berbahan baku ikan, kandungan, manfaat gizi bagi kesehatan dan kecerdasan.
Pemerintah daerah berharap kegiatan ini dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mengkonsumsi ikan. Sehingga generasi daerah mampu berdaya saing.
“Juga diharapkan dapat meningkatkan ekonomi Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklasar) hasil produksi perikanan,” harapnya.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab PPU, Sodikin, menilai Gemarikan harus dilaksanakan secara terus-menerus. Terlebih potensi daerah atas komoditas tersebut lebih unggul dibanding daerah lain.
“Terutama dalam rangka untuk pengembangan otak anak-anak kita. Apalagi untuk anak usia 1 tahun sampai usia berikutnya. Sehingga sangat disayangkan apabila pemerintah tidak menyosialisasikan,” sambungnya.
Selain itu, panitia kegiatan Gemarikan yang juga menjabat sebagai Kabid Perikanan Budidaya dan PDSP Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim, Irma listyani, menegaskan bahwa kegiatan ini mendukung potensi kelautan dan perikanan daerah yang perlu dikembangkan.
“PPU sangat potensial dalam hal pengembangan. Baik itu dari sisi perikanan tangkap dan budidaya,” pungkasnya.












