PKB Kaltim Ambil Jarak dari Rudy-Seno, Siapkan Figur Baru untuk Pilgub

KALTIM, POLITIK42 Dilihat

Metroikn, Samarinda – Dinamika politik menuju 2029 mulai terasa di Kalimantan Timur. Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kaltim secara terbuka menyatakan tidak akan lagi mendukung pasangan Rudy Mas’ud–Seno Aji pada Pemilihan Gubernur 2029.

Padahal, pada Pilkada 2024 lalu, PKB menjadi salah satu partai pengusung pasangan tersebut. Kini, arah politik partai berlambang bola dunia itu berubah. PKB menyatakan akan mengambil posisi sebagai pengawal kebijakan pemerintah, bukan pendukung politik.

Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin, menegaskan sikap tersebut saat silaturahmi dan buka puasa bersama insan pers di Pendopo Sekretariat PKB Kaltim, Jalan Bhayangkara, Samarinda, Senin (2/3/2026).

“Waktu Pilkada kemarin kami memang pengusung Rudy-Seno. Tapi sekarang sikap kami jelas. Kalau kebijakannya tidak berpihak kepada rakyat, kami akan kritik keras,” ujarnya.

Ia menambahkan, partainya tidak akan ragu bersikap tegas jika menemukan kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat.

“Kami tidak segan mengkritik habis-habisan kalau memang tidak pro rakyat,” tegasnya.

Menurut Syafruddin, salah satu alasan PKB tidak lagi mendukung Rudy-Seno di periode berikutnya adalah keinginan partai untuk mendorong kader sendiri maju di Pilgub 2029. PKB Kaltim, kata dia, telah menyiapkan figur yang dianggap siap bertarung.

“Namanya masih rahasia. Yang jelas orang ini punya pengalaman di eksekutif dan sudah dua periode. Jadi 2029 nanti, kami tidak mendukung Rudy maupun Seno,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Syafruddin juga menyinggung soal program Gratispol yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Kaltim. Ia menilai ruang komunikasi dan diskusi terkait kebijakan tersebut belum terbuka.

“Kita sekarang ini tidak punya ruang diskusi. Kita hanya mengantarkan beliau jadi Gubernur. Setelah itu, ruang masukan terasa tidak ada,” ucapnya.

Tak hanya fokus pada level provinsi, PKB Kaltim juga mulai memanaskan mesin partai untuk menghadapi Pilkada kabupaten dan kota. Targetnya memperkuat posisi politik di seluruh daerah.

Untuk Pemilu 2029, PKB memasang target ambisius. Dari enam kursi DPRD Kaltim saat ini, partai menargetkan minimal 11 kursi agar dapat mengusung calon gubernur sendiri tanpa harus berkoalisi.

“Target kami jelas. 2029 harus lebih besar. Kami ingin bisa mengusung calon sendiri di Pilgub,” tutup Syafruddin.

Sikap terbuka ini menjadi sinyal bahwa peta politik 2029 mulai digerakkan lebih awal. Bagi PKB Kaltim, dukungan politik bukan sesuatu yang bersifat permanen, dan arah baru telah mulai disiapkan dari sekarang.