Pertamina Patra Niaga Kalimantan Raih 4 Predikat Platinum IGA 2026, Bukti Program TJSL Berhasil

METROPOLIS48 Dilihat

metroikn, Jakarta – Prestasi gemilang kembali dicetak oleh Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan dalam bidang tanggung jawab sosial dan lingkungan. Pada ajang Indonesia Green Awards 2026, perusahaan meraih sejumlah penghargaan bergengsi berkat inovasi dan dampak nyata program keberlanjutan yang dijalankan di berbagai unit operasional.

Malam penganugerahan IGA Awards digelar oleh La Tofi School of Social Responsibility di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, pada 21 Januari 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan perusahaan lintas sektor, praktisi keberlanjutan, dan tokoh nasional yang fokus pada pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Empat unit operasi Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan berhasil meraih predikat Platinum dari empat kategori berbeda. Tiga Aviation Fuel Terminal Supadio Pontianak, Sepinggan Balikpapan, dan Syamsudin Noor Banjarbaru memenangkan kategori Inovasi Sosial dan Rekayasa Teknologi Hijau berkat program TJSL yang mendorong efisiensi operasional, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Integrated Terminal Balikpapan meraih penghargaan kategori Penyelamatan Sumber Daya Air melalui program Eco Green School yang memadukan penggunaan pembangkit listrik tenaga surya, filtrasi air sumur, dan pengelolaan circular food waste.

AFT Supadio juga meraih dua penghargaan tambahan yaitu Best Program Inovasi Sosial dan Rekayasa Teknologi Hijau serta Local Green Hero sebagai pengakuan atas keberhasilan program unggulan dan peran aktif penggerak lokal dalam mendorong perubahan positif di masyarakat. Empat unit operasi tersebut yaitu IT Balikpapan, AFT Supadio, AFT Syamsudin Noor, dan AFT Sepinggan juga masuk daftar Best 100 Operation Units Sites Suppliers Indonesia 2026 berdasarkan penilaian ESG La Tofi.

Area Manager Communication Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun mengatakan penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus memperkuat implementasi ESG secara berkelanjutan. Penghargaan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh perwira dan pemangku kepentingan dalam menjalankan program TJSL yang terintegrasi dengan operasional bisnis. Keberlanjutan bukan sekadar kepatuhan tetapi upaya nyata menghadirkan manfaat bagi masyarakat lingkungan dan ketahanan operasi perusahaan ujar Edi.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Founder dan Chairman LSSR La Tofi. Dalam sambutannya La Tofi menekankan bahwa IGA 2026 menjadi momentum refleksi nasional untuk praktik CSR dan ESG agar lebih relevan dalam menjawab krisis iklim dan risiko kemanusiaan. Bencana ekologis bukan sekadar peristiwa alam ia adalah ujian atas sistem tanggung jawab kita. Perusahaan harus menjalankan empat pilar La Tofi ESG Rating LRMI RSAI AMS dan FVS diperkuat Humanitarian Worker Readiness dan Corporate Economic Protection Index. ESG harus melindungi manusia memulihkan alam dan memproteksi nilai ekonomi. Inilah koreksi peradaban yang kami dorong melalui IGA 2026 ungkapnya.

Capaian ini memperlihatkan peran Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan sebagai mitra strategis masyarakat sekaligus memperkuat integrasi prinsip Environmental Social dan Governance ke dalam operasional bisnis demi masa depan yang lebih hijau tangguh dan berkelanjutan.