Metroikn, Balikpapan – Perkembangan harga properti di Balikpapan menunjukkan tren yang berbeda antara rumah baru dan properti komersial. Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia Balikpapan mencatat harga rumah baru melandai pada triwulan IV 2025, dengan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) tercatat 106,52 atau naik tipis 0,43% secara tahunan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menegaskan bahwa meski pertumbuhan terbatas, prospek jangka menengah tetap positif. “Harga rumah baru di Balikpapan memang melandai, namun prospek ke depan tetap positif seiring berlanjutnya proyek strategis nasional dan operasionalisasi IKN. Kami optimis mobilitas pekerja akan meningkat, sehingga permintaan properti tetap ada,” ujarnya.
Volume penjualan rumah baru juga menurun, tercatat hanya 119 unit, turun 42,79% dibanding tahun sebelumnya. Penurunan terjadi pada rumah tipe kecil dan menengah, sementara rumah tipe besar justru meningkat 108% secara triwulanan. “Meski volume penjualan rumah baru menurun pada triwulan IV 2025, pembiayaan melalui KPR tetap sehat dengan NPL di bawah 5 persen. Ini menunjukkan stabilitas pasar properti residensial di Balikpapan,” tambah Robi.
Sementara itu, properti komersial seperti perkantoran, hotel, dan apartemen juga mengalami penurunan harga. Indeks Harga Properti Komersial (IHPK) tercatat 105,86 atau turun 0,36% secara tahunan. Penurunan ini dipengaruhi oleh masih terbatasnya permintaan sewa dan aktivitas proyek strategis yang memasuki tahap penyelesaian. “Untuk properti komersial, penurunan harga terjadi karena permintaan sewa hotel dan apartemen masih terbatas, seiring kebijakan efisiensi dan penyelesaian proyek nasional. Namun, potensi jangka menengah tetap prospektif,” jelas Robi.
Bank Indonesia menekankan bahwa perkembangan pasar properti tetap sehat, didukung stabilitas pembiayaan dan prospek proyek nasional. Di sisi lain, developer terus mengoptimalkan penjualan rumah tipe menengah dan kecil yang lebih terjangkau, serta menyiapkan inovasi desain untuk menarik minat konsumen.
Secara keseluruhan, tren harga dan penjualan properti di Balikpapan dipengaruhi mobilitas pekerja dan aktivitas proyek nasional, termasuk RDMP dan pembangunan IKN. Dengan strategi yang tepat dan dukungan kebijakan makroprudensial, pasar properti di Balikpapan diprediksi tetap prospektif.









