Pemprov Kaltim Resmikan Fasilitas Pendidikan Pemerintahan untuk Siapkan SDM Unggul

KALTIM947 Dilihat

MetroIkn, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemrov Kaltim) menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan mutu pendidikan tinggi.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendukung penguatan sarana pembelajaran di Universitas Mulawarman, khususnya pada Program Studi S1 Pemerintahan Integratif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL). Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Seno Aji, saat menghadiri peresmian rehabilitasi gedung perkuliahan Program Studi S1 Pemerintahan Integratif di Samarinda, Jumat (30/1/2026).

Menurutnya, penguatan fasilitas pendidikan menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang berintegritas dan memiliki kapasitas dalam tata kelola pemerintahan.

Seno Aji menekankan bahwa pendidikan tinggi memegang peran strategis dalam mencetak calon pemimpin dan aparatur yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah. Program Studi Pemerintahan Integratif dinilai relevan karena membekali mahasiswa dengan pemahaman komprehensif tentang sistem pemerintahan yang profesional dan adaptif.

“Mahasiswa yang menempuh pendidikan di bidang pemerintahan inilah yang nantinya akan melanjutkan estafet kepemimpinan dan birokrasi di Kalimantan Timur. Karena itu, kualitas proses pembelajaran harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti keberadaan Program Studi S1 Pemerintahan Integratif FISIPOL Unmul sebagai satu-satunya program sejenis di Kaltim. Keunggulan tersebut dinilai menjadi modal daerah dalam membangun sistem pemerintahan yang berbasis kompetensi dan integritas, serta mampu bersaing dengan daerah lain di tingkat nasional.

Dalam konteks pengembangan SDM, Pemprov Kaltim membuka ruang kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah. Lulusan program studi tersebut diharapkan dapat terlibat melalui berbagai skema, mulai dari pelatihan, magang, hingga kerja sama langsung dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dan kota.

Lebih lanjut, Seno Aji menegaskan bahwa dukungan pemerintah tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Pemprov Kaltim juga mendorong penguatan ekosistem pendidikan melalui digitalisasi pembelajaran, dukungan kebijakan, serta program beasiswa dan kuliah gratis tanpa Uang Kuliah Tunggal (UKT).

“Kami ingin memastikan bahwa akses dan kualitas pendidikan berjalan seiring. Infrastruktur penting, tetapi keberlanjutan sistem pendidikan jauh lebih utama,” tegasnya.

Melalui langkah tersebut, Pemprov Kaltim berharap penguatan pendidikan tinggi dapat berkontribusi langsung dalam menciptakan SDM unggul yang siap mendukung tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah secara berkelanjutan.