Pemprov Kaltim Rancang Nobar Piala Dunia 2026, Dorong Akses Publik dan Perputaran UMKM

KALTIM938 Dilihat

MetroIkn, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemrov Kaltim) mulai mempersiapkan langkah komprehensif menyambut penayangan Piala Dunia FIFA 2026 yang akan disiarkan melalui TVRI Kalimantan Timur sebagai official broadcaster. Ajang olahraga global ini tidak hanya dipandang sebagai tontonan hiburan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum penguatan ekonomi kerakyatan dan pemerataan akses siaran bagi masyarakat.

Salah satu strategi yang disiapkan adalah penyelenggaraan nonton bareng (nobar) secara luas di berbagai titik strategis di Kalimantan Timur. Kegiatan tersebut akan digelar di ruang terbuka publik dan fasilitas umum, dengan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat agar dampak ekonomi dapat dirasakan secara langsung.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji, menegaskan bahwa Pemprov Kaltim berkomitmen menghadirkan tayangan Piala Dunia secara inklusif dan merata, tanpa membatasi akses masyarakat terhadap tontonan olahraga kelas dunia.

“Kami menyiapkan konsep nonton bareng gratis yang melibatkan UMKM lokal. Ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga upaya mendorong pergerakan ekonomi masyarakat melalui kegiatan yang diminati publik,” ujar Seno.

Menurutnya, penyelenggaraan nobar dirancang sebagai ruang interaksi sosial sekaligus ruang ekonomi.

Dengan menempatkan UMKM di sekitar lokasi nobar, Pemprov berharap terjadi peningkatan aktivitas jual beli yang memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha kecil di daerah.

Selain aspek ekonomi, Pemprov Kaltim juga menaruh perhatian pada pemerataan akses siaran. Penayangan Piala Dunia melalui TVRI dinilai strategis untuk menjangkau masyarakat di wilayah pelosok dan daerah yang belum terlayani secara optimal oleh televisi swasta, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati siaran secara setara.

Dalam skema tersebut, TVRI Kaltim juga didorong untuk berperan lebih dari sekadar lembaga penyiaran. TVRI diharapkan menjadi pusat kegiatan nobar sekaligus ruang kolaborasi bagi komunitas, pemuda, dan pelaku ekonomi kreatif daerah selama rangkaian Piala Dunia 2026 berlangsung.

“Kami ingin Piala Dunia ini menjadi sarana menghidupkan ruang publik, memperkuat kebersamaan masyarakat, dan membuka ruang promosi bagi UMKM serta pelaku kreatif lokal,” tambah Seno Aji.

Melalui perencanaan ini, Pemprov Kaltim berharap Piala Dunia FIFA 2026 dapat memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya sebagai hiburan olahraga global, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal, penguat kohesi sosial, dan wujud kehadiran pemerintah dalam memastikan akses hiburan publik yang adil dan merata di Kaltim.