Pemkot Samarinda Perketat Pengawasan SPPG, Antisipasi Risiko Keracunan MBG

Samarinda44 Dilihat

MetroIkn, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda memperketat pengawasan dan standarisasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai langkah mitigasi risiko, menyusul insiden dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa di Penajam Paser Utara (PPU) usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa pengelolaan program pemenuhan gizi merupakan tantangan besar karena dijalankan dalam skala masif, dengan satu dapur SPPG melayani ribuan porsi setiap hari. Pernyataan itu disampaikannya usai meresmikan Dapur SPPG Bhayangkari Polresta Samarinda, Jumat (13/2/2026).

“Sebagai kegiatan baru, tentu tidak bisa dihindari adanya potensi kejadian seperti yang terjadi di daerah lain. Tetapi itu harus menjadi pembelajaran agar risiko bisa ditekan,” ujar Andi Harun.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Samarinda telah menugaskan Dinas Kesehatan untuk melakukan pemantauan ketat terhadap aspek medis dan keamanan pangan. Pengawasan difokuskan pada kualitas bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Selain peran pemerintah, Andi Harun menekankan pentingnya keterlibatan mitra pengusaha dan masyarakat dalam menjaga standar operasional dapur, mulai dari kualitas peralatan, higienitas, hingga pengelolaan limbah.

“Kalaupun tidak bisa sepenuhnya menghindari risiko, setidaknya kita bisa memitigasi dengan belajar dari kejadian di daerah lain,” jelasnya.

Ia secara tegas meminta seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN) tanpa kompromi.

“Standar pelayanan, kandungan gizi, bahan baku, proses pengiriman, sampai pengelolaan limbah harus sesuai prosedur. Tidak boleh ada celah,” tegasnya.

Langkah preventif ini diharapkan menjadi benteng utama untuk menjamin keamanan dan kesehatan anak-anak sekolah, ibu hamil, serta balita yang menjadi sasaran program MBG.

“Jangan sampai muncul masalah yang tidak kita inginkan, seperti keracunan makanan,” imbuh Andi Harun.

Di sisi lain, ia juga mendorong agar operasional Dapur SPPG Bhayangkari Polresta Samarinda mampu memberdayakan masyarakat sekitar melalui rantai pasok program, sehingga selain berdampak pada peningkatan gizi, juga turut menggerakkan ekonomi lokal.

“SPPG ini bukan hanya soal menyiapkan makanan bergizi, tetapi juga harus dijalankan secara profesional, sesuai standar, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” pungkasnya.