Pasar Induk Kilometer 5 Balikpapan Disorot, Anggota DPRD Kaltim Sabaruddin Tekankan Peran Pemprov

metroikn, SAMARINDA DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) menyoroti rencana pembangunan Pasar Induk di Kilometer 5, Graha Indah, Balikpapan Utara.

Anggota DPRD Kaltim dari daerah pemilihan (dapil) Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle, menegaskan bahwa keberhasilan proyek ini hanya bisa terwujud melalui koordinasi erat antara Pemerintah Kota Balikpapan dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.

Proyek pasar induk Balikpapan dirancang untuk menggantikan peran Pasar Pandansari sebagai pusat distribusi.

Sabaruddin, yang juga Ketua Komisi II DPRD Kaltim, menyebut pasar induk merupakan kebutuhan mendesak bagi Balikpapan sebagai pintu gerbang ekonomi Kaltim.

“Koordinasi itu kunci. Kalau pemerintah kota dan provinsi sejalan, perencanaan bisa berjalan tepat waktu dan hasilnya sesuai harapan,” kata Sabaruddin, Selasa (9/9/25).

Lokasi pasar induk dipilih di kawasan Kilometer 5, Graha Indah, Balikpapan Utara. Dengan lokasi ini, kendaraan besar tidak lagi harus masuk ke jantung kota, sehingga kemacetan bisa ditekan. Selain itu, pasar induk akan dilengkapi fasilitas pergudangan untuk menjaga pasokan pangan.

Menurut Sabaruddin, proyek ini bukan hanya infrastruktur biasa, melainkan kebutuhan dasar untuk memperkuat distribusi pangan, menciptakan efisiensi, dan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat Balikpapan.

Sabaruddin menekankan pentingnya kepastian pendanaan sejak awal.

Ia meminta agar segera diputuskan apakah pembangunan pasar induk dibiayai APBD Balikpapan atau memerlukan dukungan Bantuan Keuangan (Benkeu) dari Pemprov Kaltim.

“Kalau anggaran dari Balikpapan sendiri, tentu kami apresiasi. Tapi kalau berharap Benkeu provinsi, harus ada pembahasan resmi antara pemerintah kota dan provinsi,” jelasnya.

Selain itu, ia mengajak sepuluh legislator Kaltim asal dapil Balikpapan untuk ikut mengawal proyek tersebut agar masuk dalam prioritas pembangunan provinsi.

“Kami ingin seluruh wakil Balikpapan di DPRD Kaltim bersama-sama memperjuangkan anggaran ini. Pasar induk adalah kebutuhan mendasar, bukan sekadar program,” tegasnya.

Sabaruddin menegaskan, pembangunan pasar induk Balikpapan tidak boleh berhenti di atas kertas.

“Jika koordinasi terjalin sejak awal, kita optimistis proyek bisa berjalan sesuai rencana dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tandasnya.