Pasang 3.500 Titik PJU, Program “Balikpapan Terang” Siap Terwujud 2026

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus memperkuat infrastruktur dasar menuju kota cerdas (smart city) melalui program “Balikpapan Terang”. Melalui Dinas Perhubungan (Dishub), pemerintah menargetkan ribuan titik penerangan jalan umum (PJU) terpasang di seluruh wilayah, termasuk kawasan perbatasan, pada tahun 2026.

Kepala Dishub Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, mengatakan program tersebut bukan sekadar menghadirkan penerangan jalan, tetapi merupakan langkah strategis dalam mewujudkan tata kota yang aman, efisien, dan modern.

“PJU ini menjadi pondasi bagi pengembangan sistem kota berbasis teknologi. Setelah seluruh jaringan selesai, kami akan menerapkan sistem pintar yang memungkinkan pengelolaan dan pemeliharaan lampu jalan secara efisien,” ujarnya, Rabu (22/10/2025).

Menurut Fadli, hingga akhir 2025 Dishub menargetkan pemasangan sekitar 3.500 titik PJU baru di berbagai kawasan strategis. Jumlah itu akan meningkat menjadi lebih dari 5.000 titik pada 2026, sehingga seluruh jalur utama dari Kilometer 5 hingga Kilometer 24, termasuk wilayah perbatasan, akan terang sepenuhnya.

“Kami optimistis seluruh ruas utama dan kawasan lingkungan akan mendapatkan penerangan memadai. Ini penting untuk menjamin keamanan, kenyamanan, serta memperindah wajah kota,” jelasnya.

Ia menambahkan, Dishub menerapkan tiga jenis lampu penerangan, yaitu konvensional, tenaga surya, dan lampu artistik. Pemilihan jenis lampu disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan energi di lapangan. Fadli mengungkapkan, beberapa titik yang belum aktif disebabkan proses sinkronisasi sistem dan uji fungsi sebelum resmi beroperasi penuh.

Sebagai bagian dari inovasi menuju smart city, Dishub juga sedang menyiapkan sistem smart lighting, yakni teknologi pemantauan PJU berbasis digital. Dengan sistem ini, kondisi lampu dapat dipantau secara real time, sehingga kerusakan bisa terdeteksi tanpa menunggu laporan dari masyarakat.

“Dengan sistem pintar ini, efisiensi energi bisa ditingkatkan dan waktu perbaikan menjadi jauh lebih cepat. Jika ada lampu yang mati, petugas langsung mendapat notifikasi,” jelasnya.

Selain meningkatkan efisiensi energi, program “Balikpapan Terang” juga diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan keselamatan pengguna jalan dan pencegahan tindak kriminalitas, terutama di wilayah pinggiran kota.

Fadli menyebut, Dishub telah menurunkan tim supervisi lapangan untuk memastikan setiap tahap pelaksanaan proyek berjalan sesuai spesifikasi teknis dan tepat sasaran. Tim tersebut juga bertanggung jawab terhadap akuntabilitas penggunaan anggaran.

“Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis Balikpapan akan menjadi kota paling terang dan paling siap menerapkan sistem penerangan berbasis teknologi di Kalimantan Timur pada 2026,” pungkasnya.

Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya akan menerangi kota secara fisik, tetapi juga menjadi simbol arah pembangunan Balikpapan yang berkelanjutan, modern, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (adv/metroikn)