Otorita IKN Satukan Inhutani dan Petani, Lahan 1.200 Hektare Siap Dikelola

IKN57 Dilihat

Metroikn, Nusantara – Penguatan sektor pertanian lokal mulai didorong di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui skema kolaborasi lintas pihak. Otorita IKN mempertemukan PT Inhutani I dengan Kelompok Tani Usaha Baru Raya Merdeka untuk membahas pemanfaatan lahan secara terkoordinasi dan berkelanjutan.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Balai Kota Otorita IKN, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Selasa (7/4/2026), mempertemukan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perusahaan, hingga kelompok tani.

Dalam forum tersebut, dibahas pengelolaan lahan seluas kurang lebih 1.200 hektare di Kelurahan Karya Merdeka yang selama ini telah dimanfaatkan kelompok tani untuk kegiatan pertanian.

Perwakilan Kecamatan Samboja Barat, Rio, menyambut baik pertemuan tersebut dan menilai dialog ini menjadi ruang untuk menyatukan kepentingan semua pihak.

“Sebelumnya kami berterima kasih kepada Otorita IKN telah menyambut kami. Seperti yang disampaikan, kami ingin mendengarkan aspirasinya dan yang terbaik untuk kita semua. Bukan hanya untuk Inhutani, kelompok tani, tetapi untuk kita semua,” ujarnya.

Rencana penguatan kolaborasi ini akan dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) sebagai dasar pengelolaan lahan ke depan. Melalui skema tersebut, kelompok tani tetap dapat memanfaatkan lahan, dengan dukungan pembinaan dan pengawasan dari PT Inhutani.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memastikan aktivitas pertanian masyarakat tetap berjalan dalam kerangka yang terarah.

“Pada intinya, kami memastikan kegiatan kelompok tani dapat berjalan, tapi di bawah pengawasan Inhutani. Bukan untuk penguasaan, tetapi untuk memanfaatkan lahan. Nantinya, hal ini akan kita sepakati melalui perjanjian kerja sama berbentuk MoU,” ujar Basuki.

Dari sisi perusahaan, PT Inhutani menegaskan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengelolaan kawasan.

“Terkait dengan PT Inhutani ini sekarang di bawah Perhutani. Inhutani juga tidak menutup mata terhadap keberadaan masyarakat. Selama ini, memang masyarakat kami libatkan dari kelompok petani, misalnya dalam program pemberdayaan masyarakat. Kami juga sedang mengembangkan tanaman sesuai dengan konsep Kota Hutan Nusantara, walaupun secara bertahap,” ujar Supervisor Perencanaan PT Inhutani I, Taufik Yuliansyah.

Sementara itu, kelompok tani mengungkapkan bahwa aktivitas pertanian di kawasan tersebut telah berjalan sejak lama dengan berbagai komoditas.

“Dulu, yang kami sepakati untuk penanaman di lahan tersebut itu hanya padi, karena memang belum ada pandangan untuk menanam lombok dan sebagainya. Setelah itu, kami tanami lahan pertanian itu dengan padi, kelapa, dan tanaman lainnya,” ujar Ahmad, perwakilan Kelompok Tani Usaha Baru Raya Merdeka.

Melalui pertemuan ini, pemanfaatan lahan di kawasan IKN diarahkan tidak hanya produktif, tetapi juga tetap selaras dengan konsep pembangunan berkelanjutan.