Operasi Pekat Mahakam 2026, Polisi Sita 9,8 Ton Cap Tikus dari Tiga Kendaraan

HIBURAN23 Dilihat

MetroIkn, Samarinda – Aparat Satuan Samapta Polresta Samarinda menggagalkan distribusi minuman keras tradisional jenis cap tikus dalam jumlah besar. Total barang bukti yang diamankan mencapai 9.880 kilogram atau 247 karung.

Pengungkapan dilakukan pada Senin, 23 Februari 2026 sekitar pukul 00.10 Wita dalam rangka Operasi Pekat Mahakam 2026. Petugas menghentikan dan memeriksa tiga kendaraan yang dicurigai membawa muatan minuman keras ilegal.

Tiga kendaraan tersebut masing-masing dua unit truk dan satu unit mobil Avanza putih. Dari hasil pemeriksaan, Truk AB 8102 JC kedapatan membawa 4.520 kilogram atau 113 karung. Truk KT 8327 KL memuat 5.320 kilogram atau 133 karung. Sementara Avanza KT 1589 QT mengangkut 40 kilogram atau satu karung.

Jika ditotal, seluruh muatan yang diduga berisi cap tikus itu mencapai 247 karung dengan berat hampir 10 ton.

Operasi ini melibatkan enam personel Unit Patroli 110 Beat 9, 10, dan 11 bersama delapan personel patroli cipta kondisi. Selain menyita barang bukti, petugas juga mengamankan sejumlah orang yang diduga terkait distribusi tersebut.

Seorang perempuan berinisial R (43), warga Balikpapan, diduga sebagai penanggung jawab. F (48) turut diamankan dan disebut sebagai pemilik lainnya. Polisi juga mengamankan para sopir, yakni AS (26) pengemudi truk AB 8102 JC, G (44) sopir truk KT 8327 KL, serta FS (52) sopir Avanza KT 1589 QT. Sejumlah helper dan pekerja angkut ikut diperiksa untuk kepentingan penyelidikan.

Seluruh kendaraan dan barang bukti langsung dibawa ke Mako Polresta Samarinda. Pihak Satsamapta juga berkoordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal untuk pendalaman dan proses hukum lebih lanjut.

Kasat Samapta Polresta Samarinda menyebut jumlah muatan yang diamankan tergolong besar dan berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban masyarakat.

“Muatan yang kami amankan jumlahnya cukup besar. Operasi Pekat Mahakam ini akan terus kami lakukan untuk memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujarnya.

Saat ini penyidik masih menelusuri asal-usul serta tujuan distribusi cap tikus tersebut.