Menkopolkam Kunjungi Kilang Pertamina Balikpapan, Bahas Ketahanan Energi di Tengah Dinamika Global

METROPOLIS50 Dilihat

Metroikn, Balikpapan – Dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi pasokan energi dunia menjadi perhatian pemerintah. Dalam konteks itu, kesiapan infrastruktur energi nasional dinilai penting untuk menjaga pasokan tetap stabil, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri yang biasanya diiringi peningkatan konsumsi energi.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus kunjungan Djamari Chaniago ke proyek Refinery Development Master Plan Balikpapan, Selasa (3/3/2026).

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) RI itu meninjau langsung kesiapan operasional proyek strategis nasional yang berada di kawasan PT Kilang Pertamina Balikpapan.

“Kedatangan saya ke sini untuk meninjau seberapa jauh operasional Proyek Strategis Nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan sebagai bagian dari urat nadi ketahanan energi nasional,” tuturnya.

Kunjungan tersebut turut didampingi Rudy Mas’ud, jajaran TNI–Polri di wilayah Kalimantan Timur, serta manajemen perusahaan.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat langsung perkembangan proyek RDMP Balikpapan yang dirancang meningkatkan kapasitas pengolahan kilang dari 260 ribu barrel per hari (kbpd) menjadi 360 ribu kbpd. Selain peningkatan kapasitas, proyek ini juga ditujukan untuk meningkatkan kompleksitas kilang agar mampu menghasilkan produk energi dengan kualitas lebih tinggi.

Menurut Menkopolkam, peningkatan kapasitas energi nasional harus berjalan seiring dengan pengamanan infrastruktur strategis.

“PSN RDMP Balikpapan ini harus dijaga sebaik mungkin bersama oleh seluruh pihak terkait. Pangdam dan Kapolda agar terus memelihara dan meningkatkan keamanan wilayah. Jalur laut juga perlu dijaga ketertibannya sehingga tidak terjadi kejadian atau kecelakaan yang dapat merusak jalur pipa minyak,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur menyoroti pentingnya memperkuat cadangan energi nasional agar Indonesia memiliki ketahanan pasokan yang lebih baik.

“Saat ini ketahanan BBM nasional sekitar 20 hari. Kita belum memiliki cadangan energi nasional, yang ada saat ini masih berupa cadangan operasional. Oleh karena itu perlu segera ada upaya untuk mewujudkan cadangan energi nasional,” ungkapnya.

Di sisi lain, pihak perusahaan menyebut proyek RDMP Balikpapan kini mulai memasuki tahap persiapan operasional beberapa unit utama.

Vice President Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan, Asep Sulaeman, menyampaikan kunjungan pemerintah pusat dan daerah menjadi dorongan penting bagi kelancaran proyek tersebut.

“Kunjungan Menkopolkam RI bersama Gubernur, Wakapolda Kalimantan Timur dan Pangdam VI/Mulawarman menjadi dukungan penting bagi kami dalam memastikan operasional RDMP Balikpapan berjalan aman, andal, dan optimal. Melalui sinergi ini, RDMP Balikpapan diharapkan dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas pengolahan energi nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia,” pungkasnya.

Proyek RDMP Balikpapan sendiri menjadi salah satu bagian penting dalam penguatan kemandirian energi nasional, sekaligus menopang kebutuhan energi domestik di tengah dinamika global yang terus berkembang.