Metroikn, Nusantara – Progres rehabilitasi hutan di Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan perkembangan. Hingga akhir Februari 2026, luasan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) tercatat mencapai 1.805 hektare, menjadi bagian dari transformasi kawasan menuju konsep kota hutan (forest city).
Capaian tersebut ditinjau langsung Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, saat melakukan kunjungan kerja ke IKN, Sabtu (28/02/2026). Dalam agenda tersebut, Menteri Kehutanan melakukan penanaman pohon di kawasan RHL dan Plaza Bhineka Tunggal Ika, sekaligus menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial kepada empat Kelompok Tani Hutan di Kalimantan Timur.
Rombongan didampingi Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, serta Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud.
Di lokasi rehabilitasi, kawasan yang sebelumnya didominasi tanaman industri monokultur eukaliptus kini mulai berubah menjadi hutan hujan tropis. Penanaman dilakukan dengan skema multi purpose tree species (MPTS), termasuk jenis-jenis asli dan endemik Kalimantan seperti meranti, gaharu, kapur, medang, nyamplung, hingga nyatoh. Tanaman cepat tumbuh juga ditanam untuk mempercepat pemulihan ekosistem.
Dalam dua tahun terakhir, pertumbuhan vegetasi dinilai signifikan. Keanekaragaman hayati mulai meningkat, ditandai dengan kembalinya satwa seperti burung ke kawasan tersebut. Fungsi ekologis sebagai penyerap karbon dan pengatur tata air pun semakin menguat.
“Hutan sebagai sumber daya alam dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat. Tentu Kementerian Kehutanan akan terus memberikan dukungan penuh terhadap IKN, terutama dalam aspek penghijauan. Tadi kita baru saja melihat lokasi RHL dua tahun yang lalu, tetapi sekarang sudah tinggi pohonnya untuk menggantikan tanaman monokultur. Dilaporkan juga sudah ada burung karena vegetasinya mulai variatif untuk mendukung nantinya IKN menjadi kota hutan (forest city),” ujar Raja.
Selain aspek ekologis, penyerahan SK Perhutanan Sosial kepada empat Kelompok Tani Hutan menjadi bagian dari penguatan peran masyarakat sekitar hutan. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat memperoleh akses legal dan manfaat ekonomi dari pengelolaan hutan secara berkelanjutan.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menilai pembangunan IKN harus berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan.
“Kunjungan Bapak Menteri ini bukan hanya sebagai komitmen tetapi adalah menjaga keseimbangan antara pembangunan Ibu Kota Nusantara ini dan menjaga kelestarian lingkungan,” ucapnya.
Kunjungan kerja Menteri Kehutanan ditutup dengan salat tarawih berjamaah di Masjid Negara IKN bersama masyarakat. Agenda tersebut menandai upaya membangun IKN tidak hanya dari sisi infrastruktur dan ekologi, tetapi juga memperkuat dimensi sosial dan kebersamaan sebagai fondasi kota masa depan Indonesia.









