Masalah Tampias di Pasar Pagi, Pemkot Samarinda Siapkan Langkah Teknis

Samarinda26 Dilihat

Metroikn, Samarinda – Masalah tampias air hujan di Pasar Pagi kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Samarinda. Saat hujan deras, air kerap masuk ke dalam bangunan pasar melalui sisi-sisi terbuka, menyebabkan lantai licin, mengganggu aktivitas perdagangan, serta berpotensi membahayakan pedagang dan pengunjung. Kondisi ini dinilai tidak bisa lagi ditangani secara sementara dan membutuhkan solusi teknis yang lebih permanen.

Menjawab persoalan tersebut, Pemkot Samarinda menyiapkan pemasangan penutup fleksibel pada sejumlah titik rawan tampias. Solusi ini dirancang agar mampu menahan masuknya air hujan tanpa menutup total bangunan pasar, sehingga fungsi sirkulasi udara dan aktivitas jual beli tetap berjalan normal saat cuaca cerah.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Samarinda, Marnabas Patiroy, menjelaskan bahwa sistem yang akan diterapkan mengadopsi konsep menyerupai rolling door, namun tidak bersifat permanen seperti pintu geser konvensional.

“Penutup ini bisa difungsikan saat hujan untuk menahan tampias, dan dibuka kembali ketika cuaca cerah. Jadi aktivitas pasar tidak terganggu,” ujarnya.

Ia menyebutkan, pemasangan akan diprioritaskan pada area dengan tingkat kerawanan tertinggi, terutama di sisi kiri dan kanan bangunan Pasar Pagi, termasuk bagian yang berbatasan dengan Gang Pandai dan Jalan Tumenggung.

“Titik-titik tersebut selama ini menjadi jalur utama masuknya air hujan,” ungkapnya.

Menurut Marnabas, perangkat penutup saat ini telah memasuki tahap pemesanan dan ditargetkan mulai dipasang tahun ini. Pemkot menargetkan penanganan persoalan tampias di Pasar Pagi dapat diselesaikan secara bertahap hingga tuntas pada 2026.

Dari sisi pendanaan, pemasangan pada struktur utama bangunan akan dibiayai melalui APBD. Sementara untuk pekerjaan tambahan, khususnya di area tangga yang rawan licin, Pemkot Samarinda tengah mengupayakan dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka menengah untuk meningkatkan kenyamanan, keselamatan, serta kelancaran aktivitas ekonomi di Pasar Pagi, terutama di tengah intensitas hujan yang semakin sulit diprediksi,” terangnya.