Mahasiswa UINSI Datangi KSOP Samarinda, Minta Kejelasan Penanganan Tabrakan Mahulu

Samarinda783 Dilihat

Metroikn, SAMARINDA – Tiga mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) mendatangi kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda untuk meminta penjelasan terkait perkembangan insiden tubrukan di area Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), Jumat (6/2/2026).

Audiensi berlangsung di ruang rapat KSOP dan dihadiri perwakilan mahasiswa, aparat TNI-Polri, serta jajaran pejabat KSOP. Pertemuan membahas langkah penanganan keselamatan pelayaran hingga isu kerugian senilai Rp36 miliar yang ramai diperbincangkan.

Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal, Capt. M. Ridha Rangreng, menjelaskan sejumlah upaya pencegahan telah dilakukan, termasuk penambahan kapal pengawal di sekitar jembatan.

“Dengan tujuan mencegah terulangnya kejadian tubrukan serta mengantisipasi yongkang putus dan kegiatan pengolongan di luar jam yang ditetapkan,” kata Ridha dalam pertemuan itu.

Ia juga menyebut kapal patroli disiagakan selama 24 jam di kawasan Jembatan Mahulu. Selain itu, pemasangan tiang pancang telah dilakukan dan perusahaan terkait diminta bertanggung jawab atas insiden tersebut.

“Kegiatan perusahaan PMKU dibekukan sementara sampai yang bersangkutan menyelesaikan tanggung jawabnya, serta tetap dilakukan pengawasan terhadap aktivitasnya,” tambahnya.

KSOP juga telah menerbitkan surat edaran, namun di lapangan masih ditemukan pelanggaran, termasuk aktivitas pengolongan yang dilakukan secara diam-diam.

Terkait isu kerugian Rp36 miliar, Ridha menegaskan hal tersebut bukan menjadi kewenangan KSOP karena tugas pokok instansinya berfokus pada keselamatan pelayaran.

Dalam kesempatan itu, KSOP turut meluruskan sejumlah pemberitaan yang dinilai tidak sesuai fakta, termasuk isu pencopotan kepala KSOP. Disebutkan, pejabat terkait sedang menjalani cuti, sehingga kabar pencopotan dinyatakan tidak benar.

Audiensi ini diharapkan dapat memberikan kejelasan kepada mahasiswa sekaligus memperkuat pengawasan keselamatan aktivitas pelayaran di sekitar Jembatan Mahulu.