metroikn, SAMARINDA — Minimnya fasilitas publik yang inklusif bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) di Samarinda masih menjadi sorotan. Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menilai hal ini menjadi salah satu hambatan bagi Kota Tepian untuk bisa naik peringkat sebagai Kota Layak Anak (KLA).
“Banyak taman kota di Samarinda yang belum punya sarana khusus untuk anak-anak disabilitas. Ini jelas masih jadi pekerjaan rumah kita bersama,” kata Novan, Selasa (15/7/2025).
Menurut Novan, kehadiran fasilitas seperti ayunan khusus, jalur landai, hingga permainan yang aman untuk anak berkebutuhan khusus seharusnya menjadi standar dalam pembangunan ruang terbuka publik.
“Ini bukan sekadar sarana bermain, tapi bentuk kepedulian kota pada semua warganya, termasuk anak-anak disabilitas. Aspek ini juga jadi indikator penting dalam penilaian KLA,” ujarnya.
Politisi Partai Golkar ini menegaskan, ke depan pembangunan taman dan ruang publik harus lebih mengedepankan konsep inklusi.
“Jangan hanya membangun taman bagus, tapi tidak ramah bagi semua. Komitmen moral kita di sini diuji, bagaimana mewujudkan ruang publik yang setara dan bisa diakses siapa saja,” pungkas Novan. (adv/metroikn)












