Kohati Paser Ingatkan Peran Perempuan Dalam Membangun Kesadaran Berpolitik

Paser13 Dilihat

metroikn, Tanah Grogot – Ketua Korps HMI Wati (Kohati) Cabang Paser Misliyah menilai penting peran perempuan dalam membangun kesadaran berpolitik masyarakat. Bahkan untuk semua lini kehidupan.

“Bukan hanya dalam politik praktis. Namun lebih ke peran serta perempuan berdemokrasi dan berpolitik,” tutur Misliyah merefleksi Milad organisasinya yang ke 57 pada tahun ini.

Kohati, kata Misliyah, terus berusaha mencetak perempuan yang berdaya saing. Afiliasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu fokus pada pengembangan dan peningkatan potensi kader perempuan.

“Korps HMI-Wati masih tetap eksis dan berkiprah dalam memberikan sumbangsih secara penuh terhadap bangsa ini melalui proses di Kohati,” lanjutnya di tengah acara syukuran di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Paser, Minggu (24/9/2023) kemarin.

Sekretaris HMI Cabang Paser Yasri menambahkan, organisasinya perlu menjaga usaha peningkatan kualitas perempuan demi terus mampu mencetak kader-kader terbaik bangsa.

“Kita adalah generasi penerus bangsa. Diperlukan penambahan ilmu pengetahuan,” ucap Yasri.

Ia mengingatkan perlunya menyaring berbagai informasi yang beredar bebas oleh karena kemajuan teknologi saat ini. Meneliti kembali dan kroscek, penting untuk menghindari salah penafsiran.

“Ilmu bisa dicari di Google. Kalau tanpa guru, seperti orang buta yang tersesat,” pesannya.

Masih di momen yang sama, aktivis Paser, Ahmad Rano sekaligus mewakili MD KAHMI ingin mahasiswa mengaplikasikan gagasan sesuai dengan kapasitasnya.

Ia mengajak seluruh mahasiswa melakukan refleksi diri mengenai perannya dalam pengabdian kepada masyarakat.

“Ayo kita jaga ghirah mahasiswa. Supaya Kabupaten Paser semakin baik kedepannya,” serunya.

Di lain sisi, Rano berharap pemerintah daerah dapat berkontribusi lebih dalam meningkatan mutu pendidikan seiring dengan perpindahan Ibukota Negara (IKN). Menurutnya, penting bagi pemerintah untuk mengambil peluang yang terbuka tersebut saat ini.

“Adanya IKN mestinya bisa memberikan dampak positif terhadap mutu pendidikan di Paser, bukan sebaliknya. Jangan-jangan perguruan tinggi di Paser, bisa hilang,” tutur Rano.

Syukuran Milad ke 57 Kohati juga dirangkai dengan seminar kebangsaan bertajuk ‘Perempuan, Demokrasi dan Kesadaran Berpolitik’ yang dihadiri sejumlah mahasiswa Cipayung.

Hadir sebagai pembicara utama dalam seminar tersebut yakni, Ketua Bawe Paser Rusnawati serta Anggota Bawaslu Paser Firman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *