metroikn, BALIKPAPAN – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat kembali mengerahkan kekuatan zeni untuk mendukung percepatan pemulihan pasca bencana alam di Aceh. Sebanyak 310 prajurit dari Yonzipur 17/Ananta Dharma dan Yonzipur 6/Satya Digdaya diberangkatkan menuju Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Selasa (30/12/2025).
Pemberangkatan Satuan Tugas tersebut dipimpin langsung Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono di Dermaga Pelabuhan Semayang, Balikpapan. Pasukan diberangkatkan menggunakan KRI Surabaya-591 menuju wilayah terdampak bencana, dengan fokus utama Kabupaten Aceh Utara.
Pangdam VI/Mulawarman menyampaikan bahwa pengerahan Satgas ini merupakan bagian dari tugas perbantuan TNI AD dalam penanggulangan bencana, khususnya pada fase pemulihan infrastruktur dan kemanusiaan. Ia menegaskan, kehadiran prajurit di wilayah terdampak ditujukan untuk mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat yang terganggu akibat bencana.
Satgas Yonzipur 17/Ananta Dharma dibekali tugas teknis zeni, meliputi perbaikan jalan dan jembatan rusak, pembersihan material longsor dan lumpur, serta dukungan evakuasi dan distribusi logistik. Selain itu, Satgas juga disiapkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar warga, termasuk pembangunan fasilitas sanitasi darurat seperti MCK.
Untuk mendukung tugas tersebut, Satgas dilengkapi berbagai alat berat dan perlengkapan zeni lapangan. Bantuan kemanusiaan turut dibawa dalam jumlah besar, mencakup kebutuhan pangan dan nonpangan. Logistik yang disalurkan antara lain ribuan karung beras, mi instan, minyak goreng, air mineral, serta kebutuhan sandang dan perlengkapan kebersihan bagi masyarakat terdampak.
Bantuan tersebut berasal dari dukungan jajaran Kodam VI/Mulawarman serta partisipasi berbagai pihak dan donatur di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Pangdam menekankan agar seluruh personel menjalankan tugas secara profesional dengan mengutamakan keselamatan, menjunjung nilai kemanusiaan, serta membangun koordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait di wilayah penugasan. Menurutnya, keberhasilan Satgas tidak hanya diukur dari capaian teknis, tetapi juga dari kehadiran prajurit yang mampu memberi rasa aman dan empati bagi masyarakat korban bencana.
Pengerahan Satgas Yonzipur 17 ini menegaskan peran TNI AD sebagai kekuatan pendukung penanganan bencana nasional. Melalui keterlibatan langsung di lapangan, diharapkan proses pemulihan pasca bencana di Aceh dapat berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan, sehingga masyarakat terdampak dapat segera kembali menjalani kehidupan secara normal.












