Metroikn, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan mulai memperkuat produksi pangan lokal sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah, yang hingga kini masih mencapai sekitar 80 persen. Fokus utama diarahkan pada pengembangan sektor pertanian di kawasan Gunung Binjai, Balikpapan Timur, yang memiliki potensi lahan subur dan mendukung ketahanan pangan jangka panjang.
Upaya pemerintah difokuskan pada peningkatan produksi beras melalui optimalisasi lahan pertanian, khususnya di Kelurahan Teritib, yang belakangan menunjukkan perkembangan signifikan dalam aktivitas pertanian. Keberhasilan di kawasan ini diharapkan menjadi contoh bagi pengembangan pertanian di wilayah lain, sekaligus memperkuat ketahanan pangan kota.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa penguatan sektor hulu menjadi strategi utama untuk membangun kemandirian pangan daerah. “Produksi gabah harus ditingkatkan agar pasokan pangan lokal bisa lebih kuat,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Ketergantungan tinggi terhadap pasokan luar daerah berpotensi menimbulkan kerawanan, terutama saat terjadi gangguan distribusi atau lonjakan harga. Oleh karena itu, sejak 2025 pemerintah mulai melakukan berbagai intervensi, mulai dari pembangunan jalan usaha tani, rehabilitasi lahan, hingga pencetakan sawah baru.
Hasilnya, luas lahan pertanian di Gunung Binjai meningkat dari sekitar 26 hektare menjadi 40 hektare. Pemerintah juga telah mengidentifikasi potensi pengembangan lahan tambahan hingga 50 hektare untuk mendukung produksi pangan ke depan.
Program ini akan terus dilanjutkan hingga 2027, dengan fokus pada pembangunan jaringan irigasi, peningkatan kualitas lahan, serta perbaikan akses distribusi hasil pertanian.
Bagus menekankan bahwa pengurangan ketergantungan tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus melalui proses bertahap melalui penguatan sektor pertanian lokal. “Ketergantungan ini tidak bisa dihilangkan dalam waktu singkat, tapi bisa ditekan secara bertahap dengan memperkuat sektor pertanian lokal,” tutupnya, menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan Balikpapan memiliki pasokan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.
(Jm/Adv Diskominfo Balikpapan)









