Kasus Balita Meninggal Jadi Alarm, Dinkes Kaltim Minta Orang Tua Waspada Cacingan

KALTIM3 Dilihat

metroikn, SAMARINDA – Kasus infeksi cacing yang menimpa seorang balita asal Sukabumi hingga meninggal dunia kembali membuka mata publik tentang betapa seriusnya ancaman penyakit cacingan.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim), Jaya Mualimin, menegaskan bahwa kasus tersebut bukan sekadar kejadian langka, melainkan gambaran nyata masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan anak.

Menurut Jaya, infeksi cacing bukan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga berdampak langsung pada tumbuh kembang anak.

“Cacing bisa mengganggu penyerapan gizi. Anak bisa makan banyak, tapi gizinya diambil cacing. Akibatnya anak kembung, mudah sakit, bahkan berisiko stunting,” jelasnya, Senin (25/8/25).

Untuk memutus mata rantai penyebaran, Dinkes Kaltim mendorong masyarakat memanfaatkan program pemberian obat cacing gratis yang tersedia di posyandu maupun Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Program ini, kata Jaya, menjadi langkah preventif penting agar anak-anak tidak terjebak dalam siklus infeksi cacing yang berulang.

Ia menambahkan, kebiasaan sederhana seperti memakai alas kaki, rajin mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga kebersihan WC menjadi kunci utama pencegahan.

“Lingkungan yang kotor, WC umum yang tidak terjaga, hingga kebiasaan buang air sembarangan membuka peluang penyebaran telur cacing. Karena itu, perilaku hidup bersih harus terus dibiasakan,” tegasnya.

Lebih jauh, Jaya juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang semakin banyak membeli makanan secara daring. Ia mengingatkan para pelaku usaha kuliner untuk memperhatikan higienitas pengolahan makanan.

“Sanitasi dan kebersihan harus sesuai standar agar tidak menjadi jalur penularan baru,” ujarnya.

Gejala anak yang terinfeksi cacing, lanjutnya, bisa dikenali sejak dini. Misalnya anak rewel, sering gatal di sekitar anus, perut buncit, atau bahkan mengalami batuk akibat peningkatan eosinofil.

Orang tua diminta lebih peka agar segera memberikan obat cacing yang dijual bebas, atau jika infeksinya berat, membawa anak ke fasilitas kesehatan untuk penanganan medis.

“Jangan panik berlebihan, tapi juga jangan abai. Asalkan lingkungan bersih dan anak rutin diberi obat cacing, risiko bisa ditekan,” tutup Jaya.