metroikn, BALIKPAPAN – Kader PKK di Kota Balikpapan akan dilibatkan dalam program pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Program ini bertujuan untuk memperkuat sistem pemilahan sampah organik dan non-organik langsung dari sumbernya, yaitu rumah tangga.
Ketua TP PKK Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud, menjelaskan saat ini ada 11 ribu kader PKK Balikpapan. Bahwa pelibatan kader PKK dalam program ini akan mendukung upaya Pemerintah Kota Balikpapan dalam pengelolaan lingkungan, khususnya dalam mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS).
“Kalau separuh dari kader PKK aktif memilah sampah dari rumah, maka akan sangat membantu efektivitas proses pemilahan di TPAS,” ujar Nurlena.
Program ini akan dikoordinasikan oleh Pokja III PKK yang membidangi urusan lingkungan hidup, dengan melibatkan Pokja lainnya karena sifat program yang lintas sektor.
Selain isu sampah, Nurlena juga menyoroti pentingnya percepatan penanganan stunting dan peningkatan kunjungan ke posyandu. Menurutnya, tingkat kunjungan posyandu di Balikpapan masih rendah, yakni sekitar 45 persen dari target nasional sebesar 95 persen.
“Ini menjadi perhatian khusus kami, terutama karena peran posyandu sangat krusial dalam mendeteksi dan mencegah stunting,” tegasnya.
Seluruh program ini juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menjelang peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK tingkat nasional, di mana Kota Balikpapan akan menjadi tuan rumah untuk sejumlah agenda.
Nurlena menyebutkan bahwa persiapan telah mencapai 90 persen, termasuk anggaran, lokasi, panitia, dan susunan acara. Di antaranya akan digelar pemeriksaan kesehatan gratis untuk 3.000 warga, pameran produk lokal, dan berbagai kegiatan lainnya yang akan dipusatkan di Dome Balikpapan.
“Sementara itu, acara puncak HKG dan Rakernas akan dilaksanakan di Samarinda. Tapi untuk Balikpapan, kami siapkan rangkaian kegiatan besar yang melibatkan masyarakat secara luas,” pungkasnya. (adv/metroikn)












