metroikn, BALIKPAPAN – Menjelang pergantian tahun 2025, Polresta Balikpapan mengeluarkan imbauan pembatasan perayaan Malam Tahun Baru, khususnya penggunaan petasan dan kembang api di sejumlah titik keramaian kota. Aparat meminta masyarakat menahan euforia dan mengalihkan perayaan ke kegiatan yang dinilai lebih bernuansa empati sosial.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Anton Firmanto menyebut, beberapa lokasi yang sebelumnya direncanakan sebagai pusat pesta kembang api, seperti kawasan BSB, Bos Mall, Platinum, dan Watu Beach, diminta untuk meninjau ulang agenda perayaannya.
“Kepolisian mendorong pengelola dan komunitas masyarakat mengganti hiburan tersebut dengan doa bersama serta penggalangan dana bagi korban bencana alam di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh,” ucap Anton, Rabu (31/12/2025)
Menurut Anton, imbauan tersebut bukan sekadar persoalan keamanan, tetapi juga upaya membangun kepekaan sosial di tengah situasi duka nasional. Ia menilai perayaan yang berlebihan berpotensi memicu gesekan sosial di saat sebagian masyarakat masih berjuang memulihkan diri dari dampak bencana.
Di sisi lain, Polresta Balikpapan juga menyoroti persoalan narkoba yang dinilai masih menjadi ancaman serius di kota minyak. Sepanjang 2025, kepolisian mencatat peredaran narkotika belum menunjukkan tren penurunan signifikan, terutama di wilayah barat Balikpapan. Kondisi tersebut mendorong aparat memperkuat strategi pencegahan dengan melibatkan peran aktif masyarakat.
Anton mengakui, pengungkapan kasus narkoba tidak lepas dari laporan warga. Informasi dari lingkungan terkecil disebut menjadi pintu masuk penting untuk memutus jaringan peredaran narkotika, yang kerap beroperasi secara tertutup dan berpindah-pindah lokasi.
Upaya penanggulangan narkoba, kata dia, dilakukan melalui kolaborasi lintas lembaga bersama BNN, BNK, dan pemerintah daerah.
“Selain penindakan hukum, kepolisian juga mengintensifkan program edukasi dan penyuluhan ke sekolah-sekolah, dengan sasaran pelajar dan generasi muda yang dinilai paling rentan menjadi target peredaran narkoba,” sebutnya.
Menjelang malam pergantian tahun, Polresta Balikpapan memastikan patroli gabungan dan razia rutin tetap digelar. Fokus pengamanan tidak hanya pada potensi gangguan ketertiban umum, tetapi juga pencegahan peredaran narkoba yang kerap meningkat saat momentum perayaan besar.
Kepolisian berharap keterlibatan masyarakat tidak berhenti pada perayaan akhir tahun, melainkan menjadi komitmen jangka panjang dalam menjaga keamanan lingkungan. “Aparat menilai keberhasilan menjaga ketertiban kota bukan semata hasil kerja polisi, tetapi juga cerminan kepedulian kolektif warga Balikpapan,” pungkasnya.












