metroikn, NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) membuka peluang kolaborasi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalimantan Timur dalam rangka memperkuat keterlibatan pengusaha lokal pada pembangunan IKN. Hal ini terungkap dalam pertemuan Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, bersama rombongan HIPMI Kaltim di Kantor OIKN, Jumat (19/9).
Rombongan HIPMI Kaltim dipimpin Ketua Umum BPD HIPMI Kaltim, Andi Wijaya, didampingi Ketua BPC HIPMI Balikpapan, Adam Dustin Bhakti, serta pengurus HIPMI dari berbagai daerah. Pertemuan berlangsung hangat, membahas potensi peran pengusaha daerah dalam mendukung transformasi IKN sebagai pusat pemerintahan baru sekaligus motor pertumbuhan ekonomi.
Optimisme HIPMI
Andi Wijaya menilai pembangunan IKN membuka prospek cerah bagi dunia usaha di Kalimantan Timur. Menurutnya, persepsi negatif yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.
“Ternyata tidak seperti di media sosial, bagi kami luar biasa IKN sekarang. Kami cukup bangga dan kemari membawa teman-teman BPD Kaltim, BPC Balikpapan, dan BPC Penajam Paser Utara. Kami di HIPMI melihat perkembangan pembangunan IKN cukup prospek untuk masa depan. Kami siap bersaing,” kata Andi.
Sementara itu, Adam Dustin Bhakti menyoroti keberagaman sektor usaha yang dimiliki anggota HIPMI Kaltim, mulai dari perikanan, pendidikan, hingga hiburan. Ia mengusulkan agar HIPMI dapat bersinergi dengan OIKN melalui kegiatan bersama, termasuk festival seni budaya dan UMKM di kawasan IKN.
“Hari ini kami ingin menyampaikan bahwa di HIPMI Kalimantan Timur dari kelas kecil, menengah, sampai besar itu ada. Kami ingin buat HIPMI jamming bareng OIKN dan ada inisiasi festival seni budaya serta UMKM di IKN untuk meramaikan. Sebagai anak daerah Kaltim, kami ingin menunjukkan bahwa banyak isu di media sosial yang tidak benar, dan kita ingin menggaungkan IKN yang sebenarnya,” ujar Adam.
Sambutan OIKN
Menanggapi gagasan tersebut, Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menyambut baik inisiatif HIPMI Kaltim. Ia menekankan pentingnya membentuk wadah komunikasi formal agar kolaborasi bisa berjalan lebih sistematis.
“Terima kasih bapak dan rekan-rekan sekalian. Menurut saya, dengan ini kita bikin komite atau forum untuk menghubungkan OIKN dan HIPMI, mana yang bisa kita kerjasamakan atau join. Saya merasa nyaman jika ada teman-teman HIPMI. Mudah-mudahan, saya ingin guyub dengan masyarakat di sini. Kami hanya punya DIPA dan regulasi, bapak-bapaklah yang create pekerjaan. Untuk itu, bisa itu kita bikin forum profesional,” tegas Basuki.
Menurutnya, pembangunan IKN tidak bisa hanya ditopang oleh anggaran pemerintah. Kehadiran dunia usaha, termasuk pengusaha muda daerah, menjadi kunci dalam menciptakan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan di kawasan ibu kota baru.
Peran Strategis Pengusaha Lokal
Pertemuan ini dipandang sebagai momentum awal terbentuknya mekanisme komunikasi yang lebih intensif antara OIKN dan HIPMI Kaltim. Diharapkan, pengusaha lokal dapat lebih terlibat dalam proyek-proyek pembangunan, baik infrastruktur maupun sektor pendukung lainnya.
Keterlibatan HIPMI dinilai penting untuk memastikan IKN tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi yang mampu memberdayakan masyarakat sekitar. Dengan dukungan pengusaha lokal, pembangunan IKN berpotensi mendorong lahirnya ekosistem bisnis baru yang kompetitif sekaligus menumbuhkan rasa memiliki masyarakat Kaltim terhadap ibu kota negara.












