Heat Stress Jadi Ancaman, Kesehatan Ternak di Kaltim Diawasi Ketat

KALTIM19 Dilihat

MetroIkn, Samarinda – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kalimantan Timur (Kaltim) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kesehatan ternak seiring perubahan cuaca ekstrem pada musim kemarau. Suhu panas yang tinggi dinilai berisiko memicu stres panas atau heat stress pada hewan ternak.

Fungsional Medik Veteriner DPKH Kaltim, Maulana Firmansyah, menjelaskan kondisi tersebut dapat menyebabkan dehidrasi hingga menurunnya daya tahan tubuh ternak.

“Faktor utama saat kemarau adalah suhu tinggi yang memicu heat stress, sehingga kondisi tubuh ternak bisa menurun,” ujarnya.

Ia menambahkan, penurunan kondisi fisik tersebut membuka peluang munculnya berbagai penyakit, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Jembrana, serta serangan parasit seperti cacingan.

Meski demikian, Maulana memastikan kondisi kesehatan ternak di Kaltim saat ini masih relatif terkendali dan belum menunjukkan peningkatan kasus yang signifikan.

“Secara umum masih stabil, belum ada lonjakan kasus yang berarti,” jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, DPKH Kaltim memperkuat pengawasan melalui kegiatan surveilans di lapangan. Selain itu, edukasi kepada peternak terus ditingkatkan agar mampu mengenali gejala awal gangguan kesehatan pada ternak.

Upaya lain yang dilakukan adalah memperluas cakupan vaksinasi terhadap sejumlah penyakit, di antaranya PMK, Jembrana, dan Lumpy Skin Disease (LSD), guna menekan risiko penyebaran.

“Vaksinasi dan edukasi terus kami lakukan untuk menjaga kondisi ternak tetap sehat,” katanya.

Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap para peternak dapat lebih waspada terhadap dampak musim kemarau serta mampu menjaga produktivitas ternak di tengah kondisi cuaca yang semakin ekstrem.