Harga Properti Residensial di Balikpapan Meningkat, Ini Angkanya Berdasarkan Survei SHPR

metroikn, BALIKPAPAN – Harga Properti Residensial di Balikpapan meningkat. Hal ini tercermin dari hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia di pasar primer yang tergambar oleh Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan IV 2024 yang mengalami peningkatan. IHPR triwulan IV 2024 di Balikpapan secara total meningkat sebesar 1,55 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan III 2024 yang sebesar 1,41 persen (yoy).

Peningkatan Harga Properti Residensial pada Triwulan IV 2024 tersebut terjadi pada seluruh tipe rumah, baik untuk tipe rumah tipe kecil (luas bangunan ≤ 36 m2), tipe menengah (luas bangunan 36-70 m2), dan tipe besar (luas bangunan > 70 m2) masing-masing sebesar 2,01 persen (yoy); 1,35 persen (yoy); dan 1,28 persen (yoy).

Peningkatan harga properti residensial di pasar primer tersebut antara lain disebabkan oleh  harga tanah, harga material, serta upah bangunan yang meningkat.

Dari sisi pangsa penjualan, seperti di triwulan-triwulan sebelumnya, tipe rumah yang paling banyak terjual ialah rumah tipe kecil. Hal ini menunjukkan minat masyarakat terhadap hunian tipe kecil dan bersubsidi masih sangat besar. Penjualan rumah tipe kecil tersebut sangat bergantung pada Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang disalurkan pemerintah. Oleh karena itu kebijakan pemerintah terhadap sektor ini perlu terus dilanjutkan guna memfasilitasi pemenuhan kebutuhan masyarakat akan rumah.

Bank Indonesia (BI) juga turut berkontribusi untuk mendukung program pemerintah dalam penyediaan 3 juta rumah, melalui kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) yang salah satunya ditujukan untuk mendorong penyaluran pembiayaan di sektor perumahan rakyat, real estate, dan konstruksi.