Metroikn, Balikpapan – Suasana di Bandara SAMS Sepinggan, Senin (30/3/2026), mulai kembali lengang. Kepadatan yang sempat memuncak selama periode mudik dan arus balik Lebaran perlahan surut, seiring berakhirnya operasional Posko Siaga Angkutan Lebaran 1447 Hijriah.
Selama lebih dari dua pekan, bandara ini menjadi salah satu simpul tersibuk di Kalimantan. Posko yang berjalan sejak pertengahan Maret kini resmi ditutup, meninggalkan catatan pergerakan penumpang yang tetap tinggi dan relatif terkendali.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan, R. Iwan Winaya Mahdar, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh instansi yang terlibat dalam posko terpadu. Menurutnya, sinergi yang terbangun selama periode mudik dan balik tahun ini menjadi faktor kunci terciptanya operasional bandara yang aman, tertib, dan lancar.
“Kami bersyukur bahwa seluruh rangkaian pelayanan arus mudik dan balik Lebaran 1447 H di Bandara SAMS Sepinggan dapat terselenggara dengan baik. Berkat koordinasi yang solid antara Otoritas Bandara, TNI-Polri, AirNav, maskapai, para awak media dan seluruh stakeholder terkait, kita berhasil mengelola lonjakan penumpang dengan tetap mengedepankan prinsip 3S + 1C (Safety, Security, Services, dan Compliance),” ujar Iwan.
Hingga hari terakhir operasional posko, total penumpang tercatat mencapai 290.892 orang. Lonjakan paling terasa terjadi di dua momen krusial: puncak arus mudik pada 14 Maret dengan 19.341 penumpang, dan puncak arus balik pada 28 Maret dengan 21.509 penumpang.
Meski posko telah ditutup, pergerakan penumpang diperkirakan belum sepenuhnya mereda.
“Kalau melihat dari aplikasi pemesanan tiket, kemungkinan masih ramai sampai 4 atau 5 April,” kata Iwan.
Operasional bandara sendiri tetap berjalan seperti biasa. Layanan penerbangan, keamanan, dan kenyamanan penumpang tetap dijaga meski tanpa status posko.
Selama periode Lebaran, maskapai turut menambah penerbangan untuk mengantisipasi lonjakan. Lebih dari 160 penerbangan tambahan dioperasikan oleh sejumlah maskapai, termasuk AirAsia, Citilink, Garuda Indonesia, dan Super Air Jet.
Rute favorit masih didominasi kota-kota besar seperti Jakarta (Soekarno-Hatta), Surabaya, Makassar, Yogyakarta, dan Tarakan.
Di tengah tingginya trafik, operasional penerbangan relatif berjalan mulus. Gangguan yang sempat terjadi lebih banyak dipengaruhi faktor cuaca dan pertimbangan keselamatan.
“Kalau ada delay atau pesawat holding, itu murni keputusan pilot demi keselamatan. Secara umum tetap terkendali,” jelasnya.
Sepanjang periode tersebut, tidak ada kejadian signifikan yang mengganggu operasional bandara. Koordinasi lintas instansi dinilai berjalan baik, mulai dari otoritas bandara, TNI-Polri, AirNav, hingga maskapai.
Pengawasan juga diperkuat melalui inspeksi pesawat yang dilakukan secara intensif. Secara keseluruhan, sekitar 360 pesawat telah diperiksa selama periode Lebaran, termasuk di Balikpapan yang menjadi salah satu titik fokus nasional.
Menariknya, di saat beberapa bandara lain mengalami penurunan pergerakan, Sepinggan justru mampu menjaga stabilitas trafik.
Kini, aktivitas bandara kembali ke ritme normal. Namun kewaspadaan tetap dijaga, mengingat arus balik diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan.









