Flare HCC RDMP Balikpapan Resmi Menyala, Tanda Dimulainya Tahap Uji Coba Operasi Kilang Modern

METROPOLIS12 Dilihat

metroikn, Balikpapan – Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dan Lawe-Lawe kembali menorehkan capaian penting. PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) secara resmi menyalakan flare pada unit Hydrocracking Complex (HCC), menandai dimulainya fase uji coba peralatan (commissioning) sekaligus langkah krusial menuju pengoperasian unit baru kilang.

Penyalaan flare ini menjadi simbol kesiapan RDMP Balikpapan memasuki tahap operasional, mempertegas posisi proyek ini sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan misi meningkatkan kapasitas, kualitas, dan kompleksitas pengolahan minyak nasional.

Flare berfungsi sebagai sistem pembakaran kelebihan gas hasil proses pengolahan, berperan vital dalam menjaga stabilitas operasi sekaligus mencegah pencemaran udara. Dengan beroperasinya flare HCC, sistem keselamatan kilang Balikpapan kini semakin lengkap dan sesuai standar global.

Vice President Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman, menegaskan bahwa momen penyalaan flare bukan hanya capaian teknis, tetapi juga simbol komitmen perusahaan terhadap ketahanan energi nasional.

“Menyalanya flare bukan sekadar tanda kesiapan kilang untuk beroperasi, tetapi juga bentuk tanggung jawab kami dalam menyediakan energi yang lebih andal, aman, dan ramah lingkungan bagi bangsa,” ujarnya, Senin (7/10/2025).

Flare HCC dibangun pada struktur yang sama dengan New Flare Balikpapan II (BPP II) yang telah beroperasi sejak 2021. Menjulang setinggi 145 meter di atas permukaan laut, flare ini berdiri di atas pondasi baja antikarat berdiameter 78 inci dengan metode pemasangan gin pole—teknik yang memungkinkan konstruksi di lokasi dengan akses terbatas melalui bantuan Rope Access Technician (RAT).

Menariknya, flare HCC dan BPP II menjadi satu-satunya sistem flare di Indonesia yang dibangun di area perairan, tepat di sisi barat kilang Balikpapan. Lokasi tersebut dipilih untuk menjamin keamanan operasional, dilengkapi sarana navigasi laut dan pembatas area agar aktivitas kapal tidak mengganggu proses kilang.

Dalam proses pelaksanaan, PT KPB menerapkan standar keselamatan tinggi berbasis prinsip Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), mencakup uji sistem, pemantauan emisi, serta simulasi skenario darurat yang dilakukan bersama pemerintah daerah dan lembaga keselamatan terkait.

Asep menambahkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi lintas pihak. “Capaian ini buah kerja sama solid antara pekerja KPB, kontraktor, dan dukungan masyarakat sekitar. Sinergi ini membawa RDMP Balikpapan selangkah lebih dekat menuju kilang modern yang memberikan manfaat nyata bagi bangsa,” pungkasnya.