FABA Diolah Jadi Produk Bernilai, PLN Nusantara Power Kaltim Teluk Tinjau Produksi Batako di Lapas Balikpapan

METROPOLIS3895 Dilihat

metroikn, BALIKPAPAN – PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Kaltim Teluk melakukan audiensi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Balikpapan, Senin (12/1/2026). Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang peninjauan langsung pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) yang dikelola oleh warga binaan.

Rombongan PLN Nusantara Power disambut Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Balikpapan, Krestyarto, didampingi Kepala Sub Seksi Sarana Kerja Kunanto Ari Wibowo beserta jajaran. Dalam kunjungan tersebut, pihak PLN melihat langsung proses pengolahan FABA menjadi produk konstruksi seperti batako dan paving block.

Krestyarto menjelaskan, program pemanfaatan FABA di lingkungan lapas tidak hanya berorientasi pada nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan dibekali keterampilan kerja yang diharapkan dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke masyarakat.

“Program ini memberi manfaat ganda. Selain mengelola material sisa pembakaran secara produktif, warga binaan juga memperoleh keterampilan yang bisa menjadi bekal usaha saat bebas nanti,” ujar Krestyarto.

Ia menambahkan, kerja sama dengan pihak eksternal seperti PLN Nusantara Power menjadi faktor penting dalam keberlanjutan program pembinaan kerja di lapas.

Sementara itu, Team Leader SDM, Umum, dan CSR PT PLN Nusantara Power UP Kaltim Teluk, Bambang Bagja, mengapresiasi upaya Lapas Kelas IIA Balikpapan dalam mengelola FABA secara berkelanjutan. Menurutnya, pemanfaatan FABA yang dilakukan di lapas merupakan contoh pengelolaan limbah yang memberi dampak sosial dan ekonomi secara langsung.

Bambang menilai kolaborasi semacam ini sejalan dengan upaya mendorong pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab sekaligus pemberdayaan masyarakat, termasuk kelompok warga binaan.

Audiensi tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara PLN Nusantara Power dan Lapas Kelas IIA Balikpapan dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan serta pengembangan program pembinaan berbasis keterampilan kerja.