Metroikn.co, SAMARINDA – Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan perlu menjalani pembaruan besar-besaran. Hal ini diungkapkan Anggota DPRD Kaltim Sapto Setyo Pramono sebagai bentuk masukan, agar bandara internasional tersebut mampu semakin mendukung pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kaltim.
Sapto Setyo Pramono menegaskan perlunya peningkatan dan pengembangan bandara ini sebagai langkah mendesak yang akan membawa perubahan besar bagi wilayah Kaltim ketika IKN pindah di 2024 mendatang.
“Data dari PT Angkasa Pura I mengungkapkan bahwa landasan pacu Bandara Sepinggan saat ini sedang diperpanjang dari 2.500 meter menjadi 3.250 meter. Peningkatan ini akan memungkinkan pendaratan pesawat yang lebih besar dan jarak yang lebih panjang, membuka akses yang lebih baik dan aman,” ungkap Sapto, Minggu (22/10/2023).
Selain itu, menurutnya bandara harus mengalami perluasan gedung yang signifikan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang yang diperkirakan akan terjadi seiring dengan pemindahan IKN.
“Pemerintah dan Angkasa Pura I tengah bekerja sama untuk meningkatkan fasilitas dan kapasitas Bandara Sepinggan,” ucapnya.
Sebagai langkah awal dalam upaya ini, maka diselenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pelaku penerbangan dan pariwisata. FGD ini difokuskan pada antisipasi peningkatan penerbangan dan pemenuhan fasilitas yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ini.
“Bandara Sepinggan bukan hanya menjadi pintu masuk utama ke Provinsi Kalimantan Timur, tetapi juga salah satu pusat penghubung vital untuk rute internasional, termasuk ke Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam,” kata Sapto.
Termasuk juga berfungsi sebagai pusat penghubung bagi maskapai penerbangan terkemuka seperti Garuda Indonesia dan Citilink, yang memastikan konektivitas yang kuat di wilayah ini. Peningkatan dan pengembangan Bandara Sepinggan adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa infrastruktur transportasi udara di Kalimantan Timur siap untuk menangani tantangan masa depan termasuk dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan konektivitas regional.
(adv/DPRDKaltim)