metroikn, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) terus memperluas jangkauan Program Makan Bergizi (MBG). Tidak hanya menyasar anak-anak sekolah, program ini kini diperluas hingga ke keluarga berisiko stunting, khususnya balita dan baduta.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DP3AKB Balikpapan, Nursyamsiarni D. Larose, menjelaskan bahwa perluasan sasaran ini sudah mulai berjalan sejak 1 Oktober 2025 di Kelurahan Sepinggan Raya. Pada tahap awal, sebanyak 125 keluarga berisiko stunting tercatat sebagai penerima manfaat.
“Selama ini masyarakat mengenal MBG hanya untuk anak sekolah. Padahal sekarang, program ini juga sudah menyasar balita dan baduta di wilayah Sepinggan Raya. Programnya sudah berjalan sekitar satu bulan,” ujar Nursyamsiarni, Kamis (6/11/2025).
Ia menyebut, MBG merupakan salah satu intervensi gizi spesifik yang didorong pemerintah daerah untuk mempercepat penurunan angka stunting. Melalui program ini, keluarga yang memiliki balita berisiko gizi kurang menerima paket makanan bergizi siap konsumsi setiap hari.
Distribusi makanan dilakukan secara terjadwal. Setiap pukul 10.00–11.00 WITA, paket makanan didrop ke Balai Penyuluh KB yang berada di dekat Puskesmas Sepinggan. Setelah itu, kader KB dan kader posyandu menyalurkan paket tersebut langsung ke rumah-rumah keluarga sasaran sesuai daftar penerima yang telah diverifikasi.
“Makanan disiapkan dan dikirim ke Balai Penyuluh KB, lalu kader yang akan mendistribusikannya ke tiap RT sesuai data keluarga berisiko. Jadi distribusinya langsung ke sasaran,” jelasnya.
Selain pemberian makanan bergizi, DP3AKB mengintegrasikan program ini dengan edukasi pola asuh dan pengetahuan gizi seimbang. Orang tua dibekali pemahaman mengenai pentingnya pola makan sehat dan perawatan tumbuh kembang anak, agar perubahan perilaku tetap berlangsung bahkan setelah program selesai.
Menurut Nursyamsiarni, langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Balikpapan dalam mendukung target nasional percepatan penurunan stunting. Pada 2024 angka stunting nasional ditargetkan menyentuh 14 persen, dan upaya penurunan terus dilanjutkan hingga 2025.
“Harapannya, program ini bukan hanya memperbaiki status gizi anak-anak dalam waktu singkat, tetapi juga membangun kesadaran keluarga tentang pentingnya gizi seimbang dan pola pengasuhan yang tepat,” tutupnya. (adv/metroikn)












