DLH Balikpapan Dorong Warga Pilah Sampah dari Rumah, Target Kurangi Beban di TPA

metroikn, BALIKPAPAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan terus menggencarkan sosialisasi kesadaran memilah sampah kepada masyarakat, khususnya dimulai dari lingkungan rumah tangga. Langkah ini bertujuan mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan.

Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengungkapkan bahwa dari total 77 bank sampah yang tersebar di tingkat kelurahan, hanya sekitar 70 persen yang saat ini aktif. Padahal, keberadaan bank sampah menjadi bagian penting dalam mendorong budaya memilah sampah sejak dari sumbernya.

“Hasil pilahan sampah bisa dibawa ke bank sampah dan dimanfaatkan secara ekonomis. Kalau gerakan ini dilakukan secara masif, tentu beban di TPA akan berkurang signifikan,” ujar Sudirman, Senin (12/5/2025).

Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi memerlukan peran aktif dari masyarakat dan sektor swasta. Menurutnya, kebijakan ini juga bertujuan menjaga estetika kota serta meningkatkan kualitas layanan kebersihan.

Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan DLH adalah pemindahan Tempat Penampungan Sementara (TPS) dari pinggir jalan ke dalam kawasan permukiman. Program ini sudah berjalan hampir dua tahun, dengan sekitar 60 TPS di jalur protokol telah dialihkan ke lokasi yang lebih dekat ke pemukiman warga.

“TPS yang berada di jalan utama menjadi prioritas untuk dipindahkan. Kami meminta dukungan RT setempat untuk menyediakan lokasi yang tepat, agar sistem pembuangan lebih tertata,” jelas Sudirman.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah mewajibkan setiap kawasan permukiman memiliki sistem pengelolaan sampah yang baik. Namun hingga kini implementasinya masih belum optimal. Sejak 2022, DLH mulai menggalakkan penerapannya secara bertahap.

Sudirman berharap hadirnya Peraturan Daerah (Perda) baru tentang pengelolaan sampah rumah tangga akan semakin mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memilah dan mengolah sampahnya sendiri.

“Kami juga mendorong warga untuk mengolah sampah organik menjadi kompos atau pakan maggot, serta memanfaatkan sampah plastik yang memiliki nilai jual. Ini bisa menjadi sumber ekonomi tambahan,” tutupnya. (adv/metroikn)