metroikn, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Lamaru untuk mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Langkah ini dinilai penting untuk melindungi hasil karya dan inovasi masyarakat dari risiko peniruan maupun penyalahgunaan oleh pihak lain.
Kepala Disporapar Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, menyampaikan bahwa fasilitasi pendaftaran HAKI menjadi salah satu fokus dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal, terutama di wilayah pesisir timur Balikpapan yang memiliki banyak produk unggulan.
“Dengan adanya HAKI, pelaku UMKM tidak hanya memiliki identitas hukum atas produknya, tetapi juga meningkatkan kepercayaan konsumen. Ini bagian dari komitmen kami untuk memperkuat ekonomi kreatif yang mandiri dan berdaya saing,” ujarnya, saat ditemui di Kantor Disporapar Balikpapan, Rabu (22/10/2025).
Ratih menjelaskan, produk-produk khas Lamaru seperti olahan makanan laut, kerajinan tangan, hingga suvenir wisata memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Namun, banyak di antaranya yang belum terdaftar secara resmi. Karena itu, Disporapar mendorong para pelaku usaha agar memanfaatkan fasilitas pendaftaran HAKI yang disediakan pemerintah.
“Kami ingin produk lokal Lamaru punya nilai jual lebih dan terlindungi secara hukum. Dengan begitu, mereka bisa bersaing di pasar yang lebih luas dan punya peluang promosi hingga ke tingkat nasional,” katanya.
Selain perlindungan hukum, Ratih menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di kawasan wisata. Pihaknya menilai, pengembangan pariwisata tidak dapat dipisahkan dari pemberdayaan UMKM yang menjadi bagian dari rantai ekonomi daerah.
“Selama ini banyak produk lokal bagus tapi belum punya merek terdaftar. Kami berharap, melalui dukungan pemerintah, masyarakat bisa lebih percaya diri dan tertib dalam mengembangkan usaha,” tambahnya.
Disporapar juga terus menggelar pelatihan peningkatan keterampilan, strategi promosi wisata, serta penguatan kapasitas pelaku usaha lokal. Terlebih, posisi Balikpapan yang menjadi pintu gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN) membuka peluang besar bagi Lamaru untuk menjadi destinasi wisata yang representatif dan menarik bagi wisatawan.
“Kolaborasi adalah kunci. Dengan semangat kebersamaan dan cinta terhadap daerah, kita bisa menjadikan Lamaru lebih maju, kreatif, dan sejahtera,” tutup Ratih. (adv/metroikn)












