metroikn, Samarinda – Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perindustrian (Diskukmp) kota Samarinda menggelar kompetisi sajian minuman penyambut tamu bertajuk Competition Welcome Drink yang diikuti 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) se-kota Samarinda pada Sabtu (17/2/2024).
Asisten II Sekretariat Daerah Kota (Setdakot) Samarinda, Sam Saimun, saat pembukaan kompetisi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memformulasi identitas kota, khususnya di bidang kuliner. Sajian hasil kreasi para peserta yang terpilih sebagai pemenang nantinya berkesempatan dijadikan sebagai suguhan menyambut tamu-tamu kehormatan di Balai Kota.
Tidak sampai di situ, Pemerintah Kota (Pemkot) melalui dinas terkait akan mendorong sajian khas tersebut hingga mendapat hak cipta atau paten sebagai produk unggulan pelaku UMKM. Sebelumnya, wedang jahe acap menjadi suguhan khas bagi tamu kehormatan di Balai Kota.
“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini ada minuman yang lebih variatif. Nantinya di-branding atau dipatenkan sebagai minuman khas Samarinda yang biasanya dijadikan suguhan untuk tamu-tamu kita di Balai Kota,” jelas Sam usai pembukaan.
Rangkaian kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kapastitas produk UMKM Samarinda. Terlebih, sebagai persiapan menyambut tamu-tamu kehormatan seiring dengan upacara peringatan hari kemerdekaan Indonesia perdana di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara mendatang.
“Dalam rangka upacara di IKN, kota Samarinda akan disiapkan untuk menerima tamu-tamu sejak Juni-Juli. Tentunya akan banyak manfaatnya untuk mengenalkan produk unggulan UMKM Samarinda kepada wisatawan regional maupun Internasional pada momen tersebut,” lanjutnya.
Melalui kegiatan ini, Sam berharap para pelaku UMKM dapat terus berinovasi dan kompetitif demi kemajuan sektornya masing-masing.
“Harapan kita UMKM kita naik kelas, terus berinovasi dan kompetitif untuk kemajuan bersama,” demikian dia.
Sementara itu, Kepala Diskukmp kota Samarinda, Nurrahmani, mengakui hingga kini belum muncul sajian minuman yang khas lokal. Persiapan menyambut perpindahan IKN menurutnya menjadi momentum tepat untuk mengembangkan hal tersebut.
Memang proses penentuan minuman khas lokal sebelumnya hanya melibatkan pelaku usaha perhotelan saja.
“10 bulan lalu sudah kami informasikan, saat itu tidak ada daya tariknya. Waktu itu kita buka hanya untuk perhotelan saja. Tapi setelah kita buka untuk umum, setelah 3 tahapan ini, akhirnya banyak yang ikut,” paparnya.
Dalam hal ini, pihaknya selaku penyelenggara benar-benar memperhatikan unsur bahan yang diperlukan untuk menjadi suguhan minuman khas. Bahan-bahan yang digunakan para peserta diharapkan tersedia di alam atau mudah didapatkan.
“Tentu saja kita ingin, minuman ini menjadi sebuah cerita, makanya kita harapkan ada bahan-bahan yang bisa didapatkan di Kota Samarinda,” tambahnya.
Bukan hanya untuk tamu di Balai Kota, sajian minuman khas yang terpilih diproyeksi menjadi suguhan selamat datang di hotel dan bandara.
Nurrahmani memastikan, pihaknya tidak akan menghilangkan peran penemu sajian tersebut. Makanya nanti Diskumkp akan mendorong pelaku UMKM untuk mendapatkan hak ciptanya atas produk tersebut. Meskipun nanti namanya akan disesuaikan guna mengangkat daya jual.
“Hak ciptanya setelah ini diserahkan ke Pemkot Samarinda, tapi tidak menghilangkan nama penciptanya. UMKM dan siapa pun boleh menggunakan resep tersebut dan menjualnya, tapi yang punya tidak akan pernah berubah yaitu orisinil milik Samarinda,” urai Nurrahmani.
Lebih lanjut dijelaskan, 10 hasil kreasi terbaik dalam kompetisi ini akan mendapat penghargaan dari Pemkot Samarinda. Masing-masing produk akan dipresentasikan kepada Wali Kota untuk menentukan langkah-langkah pemasaran lebih lanjut.
“Untuk 10 terbaik kita beri penghargaan, resepnya kita tetap minta untuk memperkaya khasanah minuman khas Samarinda,” pungkasnya.