Metroikn, Balikapapan – Kebijakan pemerintah yang memberikan potongan harga tiket pesawat pada masa Lebaran mulai terasa dampaknya di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. Jumlah penumpang selama periode angkutan Lebaran 2026 diproyeksikan meningkat, bahkan melampaui trafik sebelum pandemi.
Pengelola bandara memperkirakan sekitar 313.170 penumpang akan menggunakan layanan penerbangan selama periode mudik dan arus balik Lebaran tahun ini. Angka tersebut naik sekitar 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, R. Iwan Winaya Mahdar, mengatakan peningkatan mobilitas masyarakat tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang memberikan diskon tarif tiket pesawat sekitar 10–15 persen.
“Kebijakan ini cukup mendorong minat masyarakat untuk bepergian saat libur Lebaran,” kata Iwan, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, tren pergerakan penumpang melalui Bandara Sepinggan bahkan sudah melampaui kondisi sebelum pandemi Covid-19.
“Jika dibandingkan dengan 2019, trafiknya sudah melewati angka sebelum Covid-19. Recovery rate-nya sekitar 105 persen,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Bandara Sepinggan membuka Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 1447 Hijriah yang akan beroperasi selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026.
Selain peningkatan jumlah penumpang, pergerakan pesawat juga diperkirakan bertambah. Selama periode posko, bandara memproyeksikan sekitar 2.677 pergerakan pesawat, naik sekitar 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026, dengan jumlah penumpang mencapai hampir 20 ribu orang dalam satu hari. Sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Pada fase mudik, arus penumpang diperkirakan lebih banyak didominasi keberangkatan dari Balikpapan menuju sejumlah kota besar di Indonesia.
“Untuk keberangkatan memang lebih dominan. Tiket dari Balikpapan relatif cepat habis,” ujar Iwan.
Sejumlah rute diperkirakan menjadi favorit selama periode Lebaran, yakni Jakarta (Soekarno-Hatta), Makassar, Surabaya, Yogyakarta, dan Tarakan.
Maskapai juga telah menambah 59 penerbangan tambahan untuk mengakomodasi tingginya permintaan perjalanan. Extra flight tersebut dilayani oleh Garuda Indonesia, Citilink, dan AirAsia dengan rute tujuan seperti Jakarta, Surabaya, dan Tarakan.
Namun sebagian besar kursi penerbangan tambahan tersebut sudah hampir terisi.
“Ekstra flight yang ada sekarang juga sudah hampir penuh. Permintaan perjalanan memang cukup tinggi,” kata Iwan.
Selama masa angkutan Lebaran, operasional bandara akan dipantau melalui posko terpadu yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari otoritas bandara, TNI-Polri, AirNav, maskapai hingga perusahaan ground handling.
Pengelola bandara juga mengimbau calon penumpang untuk memantau jadwal penerbangan secara berkala serta datang lebih awal ke bandara, terutama pada hari-hari dengan trafik tertinggi.









