Disdag Balikpapan Intensif Pantau Harga Cabai, Cuaca Ekstrem Disebut Jadi Biang Lonjakan

Metroikn, Balikpapan – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan meningkatkan intensitas pemantauan harga bahan pokok, khususnya cabai, menyusul lonjakan yang terjadi menjelang hingga pasca Lebaran 2026.

Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar, menegaskan pemantauan dilakukan secara rutin untuk memastikan pergerakan harga tetap terkendali di pasar.

“Pemantauan dilakukan hampir setiap hari,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026)

Menurutnya, kenaikan harga cabai yang sempat terjadi bukan tanpa sebab. Faktor utama berasal dari gangguan di sisi produksi akibat cuaca ekstrem.

Curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir memicu gagal panen di daerah sentra, yang berdampak langsung pada berkurangnya pasokan ke Balikpapan.

“Cuaca ekstrem menyebabkan produksi menurun dan distribusi dari daerah asal juga terhambat,” jelasnya.

Selain faktor cuaca, lonjakan permintaan menjelang hari besar keagamaan turut memperkuat tekanan harga di pasaran.

“Menjelang Ramadan dan Lebaran, permintaan meningkat, sementara pasokan belum bertambah karena belum masuk masa panen,” ungkap Haemusri.

Meski saat ini harga cabai mulai menunjukkan penurunan dibandingkan puncaknya, Disdag menilai kondisi tersebut belum sepenuhnya mencerminkan stabilitas.

Di tingkat pedagang, harga cabai sebelumnya sempat menyentuh Rp110 ribu per kilogram. Saat ini, harga mulai turun, namun masih berada di atas kisaran normal.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar masih dalam tahap penyesuaian, seiring belum pulihnya pasokan secara optimal.

Disdag memperkirakan stabilisasi harga sangat bergantung pada perbaikan kondisi cuaca dan masuknya masa panen di daerah penghasil.

Selama dua faktor tersebut belum terpenuhi, potensi fluktuasi harga masih akan terjadi.

Meski demikian, pemerintah daerah memastikan pengawasan akan terus dilakukan untuk meminimalisir gejolak harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok di pasaran.

(Jm/Adv Diskominfo Balikpapan)