metroikn, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat langkah mitigasi banjir dengan mempercepat pembangunan Bendungan Pengendali (Bendali) Ampal Hulu. Proyek strategis ini diharapkan menjadi penopang utama sistem pengendalian banjir di kawasan perkotaan yang kerap terdampak luapan air saat curah hujan tinggi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan, Rita, menjelaskan bahwa pembebasan lahan untuk proyek tersebut telah tuntas mencapai 9,4 hektare. Selain itu, penataan dan pengerukan di area sekitar 4 hektare juga telah diselesaikan sebagai bagian dari tahap awal persiapan pembangunan fisik.
“Lahan sudah siap, dan pekerjaan tahap awal dari Dinas PU telah selesai 100 persen. Selanjutnya pembangunan fisik bendali akan dilanjutkan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV,” jelasnya, Senin (27/10/2025).
Bendali Ampal Hulu dirancang untuk menampung aliran air dari tiga saluran sekunder, yakni Sumber Rejo, Strat Tiga, dan Depsos Bawah. Meski pembangunannya masih berjalan, bendali ini sudah berfungsi secara terbatas untuk membantu mengatur debit air yang mengalir ke hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal.
Rita menambahkan, setelah konstruksi rampung, bendali dengan kapasitas sementara mencapai 200 ribu meter kubik air ini akan mampu menahan dan mengendalikan genangan banjir hingga seluas 400 ribu meter persegi dengan rata-rata ketinggian air 50 sentimeter.
“Bendali Ampal Hulu menjadi bagian penting dari sistem pengendalian banjir terpadu di Balikpapan. Dengan beroperasinya bendali ini, risiko banjir di kawasan hilir dapat berkurang secara signifikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rita menekankan bahwa keberadaan bendali tidak hanya melindungi kawasan padat penduduk di sekitar DAS Ampal, tetapi juga mendukung keberlanjutan tata ruang kota agar tetap aman dan layak huni.
“Harapan kami proyek ini bisa segera rampung, sehingga dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat dari ancaman banjir,” tegasnya.
Melalui pembangunan Bendali Ampal Hulu, Pemkot Balikpapan menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program pengendalian banjir jangka panjang yang mencakup peningkatan kapasitas drainase serta normalisasi sungai di berbagai wilayah kota. (adv/metroikn)












