metroikn, BALIKPAPAN – Digitalisasi dan inovasi layanan menjadi kunci keberhasilan Kota Balikpapan dalam mempercepat proses perizinan serta menarik minat investor. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Balikpapan, Hasbullah Helmi, menyampaikan bahwa Kementerian Investasi dan Hilirisasi menetapkan Balikpapan sebagai lokasi pelatihan peningkatan kinerja PTSP dan percepatan pelaksanaan berusaha bagi pemerintah daerah se-Kalimantan.
“Kami telah melakukan berbagai inovasi berbasis digital yang terbukti mempercepat proses perizinan. Investor kini mendapatkan kemudahan sekaligus kepastian dalam layanan,” ujar Helmi, Sabtu (1/11/2025).
Hingga triwulan III tahun 2025, Balikpapan mencatat realisasi investasi mencapai Rp19,8 triliun, menjadikannya salah satu kontributor terbesar di Kalimantan Timur. Capaian tersebut menunjukkan efektivitas transformasi digital yang diterapkan di sektor perizinan dan pelayanan investasi.
Helmi mengatakan, sebagian besar daerah di Kalimantan masih mengandalkan sistem manual, sehingga proses layanan menjadi lambat dan kurang efisien. Karena itu, ia mendorong daerah lain untuk beralih menuju sistem digital agar pelayanan publik lebih cepat, transparan, dan akuntabel.
“Balikpapan sudah hampir seluruhnya beralih ke sistem digital dengan sejumlah inovasi yang mempermudah masyarakat dan pelaku usaha,” jelasnya.
Beberapa inovasi unggulan DPMPTSP Balikpapan antara lain SPONTAN (Sistem Perizinan Online Tanpa Antrian) untuk perizinan non-OSS, SADAP (Satu Data Perizinan) yang mengintegrasikan data antarinstansi, dan Si Jempol (Sistem Jemput Bola Langsung) yang menghadirkan layanan perizinan di pusat perbelanjaan. Selain itu, disediakan pula layanan inklusif bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan.
Helmi menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak harus seragam, karena setiap wilayah memiliki karakteristik dan potensi berbeda. “Kalau dari kegiatan ini ada daerah yang ingin meniru Balikpapan, silakan. Tapi yang terpenting, mereka mampu mengembangkan sistem sesuai kondisi daerah masing-masing,” ujarnya.
Dengan berbagai inovasi tersebut, Balikpapan kini bukan hanya menjadi kota penopang investasi di Kalimantan Timur, tetapi juga model nasional dalam digitalisasi layanan publik yang efisien, inklusif, dan berorientasi pada kemudahan berusaha. (adv/metroikn)












