Metroikn, Samarinda – Arus Sungai Mahakam di kawasan Palaran tampak seperti biasa. Tongkang-tongkang bermuatan batu bara hilir mudik, sebagian tampak bersandar di dermaga khusus atau jetty untuk melakukan loading. Namun di balik aktivitas rutin itu, muncul sorotan serius dari kalangan masyarakat sipil.
Diduga ada indikasi praktik ilegal aktivitas bongkar muat batu bara di dermaga khusus (Jetty). Dugaan ini diungkapkan kelompok Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang memantau langsung ke beberapa lokasi di sepanjang alur Sungai Mahakam.

Isu tersebut dipublikasikan melalui media online lokal, Sabtu (14/2/2026), dan langsung menjadi perbincangan. Ketua Lembaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara Komando Garuda Sakti Kalimantan Timur, Suryadinata, menduga ada pelanggaran dalam aktivitas bongkar muat batu bara yang berlangsung di sejumlah jetty.
Ia menyebut, temuan di lapangan menunjukkan adanya aktivitas bongkar muat di dermaga khusus (Jetty) perairan Sungai Mahakam. Kabarnya, setiap loading berlangsung secara bersamaan di sejumlah titik jetty yang dipersoalkan legalitasnya.
LSM tersebut memaparkan hasil pantauan di beberapa lokasi, di antaranya Jetty Pendingin, Jetty Sari Jaya, Jetty Barito, dan Jetty Sari. Bahkan disebutkan masih ada tongkang yang antre untuk melakukan loading di Jetty Barito.
Menurut Suryadinata, pola aktivitas yang terjadi mengarah pada dugaan praktik yang terorganisir.
“Kami menduga ada pola sistematis. Aktivitas dilakukan serentak dan berdekatan dengan jetty resmi. Apakah ada dugaan penggunaan dokumen yang tidak sesuai dengan titik lokasi dermaga dengan asal muat jetty,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan lebih jauh mengenai legalitas operasional jetty-jetty di kawasan tersebut. Aktivitas bongkar muat yang berlangsung di jalur strategis Sungai Mahakam dinilai bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi menyangkut tata kelola sumber daya alam dan potensi kerugian negara.
LSM menilai, jika dugaan pelanggaran ini benar adanya dan bersifat terstruktur, maka diperlukan perhatian serius aparat penegak hukum untuk menindak oknum atau pelaku yang melanggar.
Di tengah lalu lintas tongkang yang terus berjalan, sorotan publik kini tertuju pada transparansi perizinan dan pengawasan aktivitas di sepanjang Sungai Mahakam. Sungai yang menjadi nadi ekonomi Kalimantan Timur itu diharapkan tetap berada dalam koridor hukum dan tata kelola yang akuntabel.









