Di Tengah Suasana Penuh Keharuan, Wali Kota Rahmad Mas’ud Lepas Calon Jemaah Haji Kloter Pertama Balikpapan

metroikn, BALIKPAPAN – Sebanyak 521 calon jemaah haji asal Kota Balikpapan resmi dilepas keberangkatannya dalam suasana khidmat di Masjid Balikpapan Islamic Center, Senin (5/5). Pelepasan dilakukan langsung oleh Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Balikpapan, Masrivani.

Dalam momen tersebut, Wali Kota Rahmad Mas’ud memasangkan rompi haji kepada perwakilan jemaah tertua dan termuda sebagai simbol keberangkatan. Dalam sambutannya, ia mengimbau seluruh jemaah agar menjaga kesehatan dan fokus menjalankan ibadah sesuai tuntunan.

“Kami semua mendoakan agar para calon jemaah senantiasa diberi kesehatan dan kelancaran selama menjalankan ibadah. Semoga kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur,” ujar Rahmad.

Ia juga mengingatkan jemaah untuk tidak tergoda aktivitas di luar ibadah. “Fokuslah pada ibadah. Saya tahu godaan terbesar adalah belanja, tapi belanjalah secukupnya saja,” pesannya sambil berseloroh.

Wali Kota juga menekankan pentingnya solidaritas selama di Tanah Suci. “Saling membantu dan menjaga, karena kita berangkat sebagai satu kesatuan,” imbuhnya.

Rahmad Mas’ud turut menyampaikan rencananya untuk menunaikan ibadah haji tahun ini, dan berharap dapat menemui jemaah asal Balikpapan di sana. Ia juga menyebut kondisi cuaca di Arab Saudi diperkirakan lebih bersahabat dibanding tahun lalu.

Sementara itu, Kepala Kemenag Balikpapan Masrivani menjelaskan bahwa dari total 521 jemaah, sebanyak 356 orang tergabung dalam Kloter I bersama empat petugas haji. Mereka akan berangkat dari Bandara SAMS Sepinggan dini hari pada Selasa (6/5), menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 4101 menuju Madinah.

Ia menambahkan, tahun ini Balikpapan mendapat kuota tambahan bagi lansia sebagai bagian dari alokasi 5 persen dari kuota provinsi. “Tambahan ini diberikan kepada mereka yang berusia tertua dan telah menunggu minimal lima tahun,” ujarnya.

Tercatat, Abdul Rahim (86 tahun 6 bulan) dari Balikpapan Tengah menjadi jemaah tertua, sementara jemaah termuda adalah Ghazali Aidha (19 tahun 3 bulan) asal Balikpapan Utara.

Namun demikian, terdapat 11 calon jemaah yang batal berangkat karena berbagai alasan, seperti kondisi kesehatan, kendala dana, kesiapan pribadi, atau menunggu mahram. (adv/metroikn)