Dewan Dukung Pembangunan RSUD Tanjung Redeb, Rp 150 Miliar Kembali Dikucurkan

DPRD BERAU17 Dilihat

MetroIKN, Berau – Lakah serius pemerintah daerah dalam membangun RSUD Tanjung Redeb mendapat dukungan dari anggota DPRD Berau Sri Kumalasari. Hal itu dibuktikan dengan dikucurkan lagi anggaran untuk pembangunan itu yang bersumber dari APBD-P 2024 sejumlah Rp 150 miliar.

“Tentu kita apresiasi karena pembangunan salah satu fasilitas kesehatan masyarakat atau fasyankes ini sangat diperhatikan oleh pemerintah daerah,” ungkapnya.

Diakuinya, pembangunan fasyankes bertipe B di Jalan Sultan Agung itu membutuhkan anggaran yang sangat besar. Namun, anggaran itu bukanlah menjadi persoalan mengingat pelayanan kesehatan jauh lebih penting.

“Kesehatan itu mahal. Jadi, lebih baik hari ini kita keluarkan banyak uang untuk perbaiki kesehatan kita demi SDM kita yang unggul di masa depan,” tegasnya.

Kumalasari berharap agar masyarakat juga mendukung penuh pembangunan itu. Pasalnya, kehadiran rumah sakit baru tersebut menjadi ikon penting dalam pelayanan kesehatan di Berau.

“Pembangunan ini bagi saya sangat ikonik bagi pelayanan kesehatan kita ke depan. Sehingga mari kita sama-sama dukung pembangunan itu,” pintanya.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Permukiman Penataan Bangunan Jasa Konstruksi (P3BJK) DPUPR Berau, Junaidi menjelaskan anggaran sejumlah Rp 150 miliar itu akan digunakan untuk merampungkan konstruksi fisik yang ada.

“Progres fisik per awal Oktober sudah 51 persen lebih. Kita targetkan akhir November 2024 sudah bisa 70 persen,” ujarnya, Senin (04/11/2024).

Saat ini, lanjutnya, pihaknya tengah mulai menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk item pekerjaan mekanikal elektrikal seperti pemasangan lampu LED, genset, dan AC. Tak hanya itu pemasangan keramik dan tahap finishing sebenarnya sudah mulai berjalan.

“LED dan AC sudah ada. Tinggal genset masih dalam perjalanan. Sementara tinggal dilakukan pemasangan dan instalasi. Kalau itu selesai maka progresnya di akhir November sudah 70 persen,” tegasnya.

Ditambahkannya, pekerja di lapangan tengah memaksimalkan pekerjaan yang ada agar penyelesaian konstruksi fisik RSUD Tanjung Redeb dapat rampung sesuai waktu kontrak yang ada. Apalagi anggaran yang ada baginya mencukupi untuk semua item pekerjaan tersebut.

“Dari segi anggaran aman. Tinggal realisasi fisik. Sehingga di akhir Desember sudah jadi. Mudah-mudahan, ya,” tandasnya. (adv)