Data Terkini Disdukcapil, Sebanyak 4.979 Pendatang Resmi Tercatat sebagai Penduduk Balikpapan

metroikn, BALIKPAPAN – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Balikpapan mencatat sebanyak 4.979 pendatang telah resmi mendaftarkan diri sebagai penduduk kota ini sepanjang tahun 2024.

Menurut Kepala Disdukcapil Kota Balikpapan, Tirta Dewi, angka tersebut dianggap wajar dan mencerminkan tingginya daya tarik Balikpapan sebagai kota tujuan.

“Jumlah ini normal. Namun kami meyakini masih banyak pendatang lain yang menetap namun belum melapor secara administratif sebagai penduduk Balikpapan,” ujarnya.

Disdukcapil juga mencatat masih ada sekitar 3.480 pendatang yang belum tercatat secara resmi. Oleh karena itu, pendataan lanjutan akan terus dilakukan hingga akhir tahun. Menurut Dewi, posisi strategis Balikpapan sebagai kota transit dan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi magnet utama bagi para pendatang.

Dua sektor utama yang mendorong arus masuk penduduk baru adalah sektor pekerjaan dan pendidikan. “Balikpapan menjadi lokasi sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN), seperti proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Pertamina dan pembangunan jalan tol menuju IKN,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa perkembangan perguruan tinggi di Balikpapan turut menyumbang arus migrasi masuk dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

Berdasarkan data Konsolidasi Bersih (DKB) Semester II tahun 2024 dari Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk yang terdaftar secara resmi di Kota Balikpapan mencapai 757.418 jiwa. Namun Tirta menyebut bahwa angka sebenarnya bisa lebih tinggi.

“Masih banyak warga yang tinggal di Balikpapan tetapi belum memperbarui alamat KTP mereka, jadi realitasnya kemungkinan lebih besar dari data yang ada,” ungkapnya.

Disdukcapil juga mencatat adanya penurunan jumlah pendatang yang tercatat secara resmi pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2023, terdapat 19.334 pendatang baru, sedangkan pada 2024 jumlahnya turun menjadi 18.909 orang — selisih sekitar 425 jiwa.

Menurut Tirta, penurunan ini bukan akibat berkurangnya mobilitas, melainkan karena pergeseran waktu pelaporan akibat libur panjang akhir tahun lalu.

Meski demikian, total akumulasi tambahan penduduk tetap mengalami kenaikan. Sepanjang 2023, tambahan penduduk tercatat sebanyak 10.867 jiwa. Sementara pada 2024, jumlah itu meningkat menjadi 18.886 jiwa — naik hampir 8.000 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya.

“Disdukcapil terus melakukan evaluasi dan perbaikan sistem agar data penduduk semakin akurat dan dapat mendukung perencanaan pembangunan kota yang lebih baik,” pungkasnya. (adv/metroikn)